SuaraKaltim.id - Kasus Covid-19 di Kaltim hari ini menunjukkan angka peningkatan, sebanyak 3 kasus konfirmasi. Berdasarkan laporan yang dirilis Satgas Covid-19, secara berturut di Sabtu (23/4/2022), total mencapai 206.188 kasus terkonfirmasi.
Rata-rata pasien yang terkonfirmasi positif merupakan non Para Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Beberapa daerah yang menyumbangkan angka penambahan dari non PPLN ialah Berau 1 dan Balikpapan 3 kasus. Untuk Kutai Barat (Kubar), Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), Mahakam Ulu (Mahulu, Paser, Penajam Paser Utara (PPU), Bontang dan Samarinda 0 kasus.
Sedangkan untuk kasus positif PPLN dilaporkan tidak ada di Bumi Mulawarman.
Pasien sembuh atau selesai isolasi mandiri (Isoman) non PPLN di Kaltim hari ini ada 11 laporan. Sembuh non PPLN berasal dari Kubar 6, Balikpapan 3, dan Paser 2. Untuk Berau, Kukar, Kutim, Mahulu, PPU, Bontang dan Samarinda 0 kasus.
Kasus sembuh PPLN di Kaltim hari ini tidak ada laporan. Total keseluruhan kasus sembuh dari awal sampai kini ada 200.411 kasus.
Angka kasus meninggal hari ini dilaporkan tidak ada. Total keseluruhan kasus meninggal ada 5.708 kasus.
Zona kuning di Kaltim ada 9 daerah. Yakni Berau, Kutim, Bontang, Kukar, Balikpapan, Samarinda, Paser, PPU dan Kubar. Zona hijau cuma Mahulu.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi