- Staf Kantor Gubernur Kaltim diduga berjoget saat demonstrasi GERAM pada Rabu, 4 November 2026.
- Asisten II Setda Kaltim, menyatakan pemerintah akan melakukan pemeriksaan internal terkait insiden tersebut.
- Inspektorat akan dilibatkan untuk menjatuhkan sanksi jika hasil pemeriksaan membuktikan kebenaran pelanggaran staf itu.
SuaraKaltim.id - Momen diduga staf di lingkungan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) berjoget saat demonstrasi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), menuai sorotan.
Perilaku pegawai tersebut dinilai melecehkan ketika massa menyampaikan aspirasi dan tuntutan di kantor Gubernur Kaltim pada Rabu (4/11/2026) lalu.
Tindakan tersebut dipersoalkan karena dinilai sebagian massa tidak mencerminkan sikap yang semestinya ditunjukkan aparatur pemerintah ketika masyarakat sedang menyampaikan aspirasi.
Menanggapi kejadian itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menyatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan internal untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
"Nanti kita cek ya, kita cek di internal kami. Kalau benar, kita akan serahkan kepada pihak Inspektorat untuk apakah ada sanksi atau hal-hal semacam itu. Itu bagaimana nanti kita konsultasikan dulu di dalam," ujarnya dikutip dari Kaltimetam--jaringan Suara.com.
Aji mengatakan pemerintah belum dapat langsung menyimpulkan apakah tindakan yang dilakukan staf tersebut termasuk pelanggaran.
Pihaknya perlu mengetahui identitas petugas, bentuk tindakan, serta konteks kejadian sebelum menentukan langkah lebih lanjut.
Pernyataan tersebut membuka kemungkinan dugaan tindakan staf itu ditindaklanjuti melalui mekanisme pemeriksaan internal pemerintahan.
Lebih lanjut, Aji menjelaskan bahwa pihaknya belum memperoleh gambaran lengkap mengenai kejadian yang dipersoalkan mahasiswa.
Pemerintah masih perlu memastikan apakah benar terdapat staf yang berjoget sebagaimana disampaikan massa demonstran.
Menurutnya, penilaian terhadap tindakan tersebut harus didasarkan pada hasil pemeriksaan, bukan hanya informasi yang beredar.
"Ya, jika kalau tindakan itu benar, maka clear. Hanya saja kan kita, kami belum melihat nih, petugasnya seperti apa, joget yang dilakukan itu seperti apa. Saya belum bisa beritahu," tegasnya.
Karena itu, Pemprov Kaltim belum ingin mengambil kesimpulan sebelum mengetahui secara jelas siapa petugas yang dimaksud dan bagaimana peristiwa tersebut berlangsung.
Aji juga menanggapi anggapan mahasiswa yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap situasi demonstrasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat
-
Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap
-
Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan
-
Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud
-
Remaja 13 Tahun asal Samboja Jadi Korban ke-57 Tewas di Lubang Tambang