SuaraKaltim.id - Aroma bacin yang menyeruak di Pasar Segiri Samarinda, pada hari ke-3 lebaran. Bau busuk itu lantas langsung dibersihkan karena diduga mengganggu aktivitas warga di pasar tersebut.
Wali Kota Samarinda Andi Harun, langsung menginstruksikan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda untuk melakukan pembersihan. Hal itu dilakukan pada Rabu 4 Mei 2022 sekitar pukul 20.00 Wita.
Ditemui saat dilakukannya pembersihan, Kepala Disdamkar Samarinda Hendra AH menyebutkan, sebanyak 2 posko pemadam kebakaran dikerahkan pihaknya. Bahkan, lengkap dengan membawa 2 unit kendaraan fire truck.
"Kami diminta bantuan dinas perdagangan membantu penyemprotan pembersihan Pasar Segiri, kami turunkan beberapa unit untuk melaksanakan kegiatan tersebut," ucapnya, melansir dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Kamis (5/5/2022).
Diketahui pembersihan menyasar area los ikan dan akses jalan masuk pasar Segiri. Ia menyebut, pembersihan bakal berlanjut di Pasar Merdeka di Jalan Merdeka pada malam ini.
"Semua pasar bakal disterilkan seperti ini," tambahnya.
Turut menambahkan, Kepala UPT Pasar Induk Segiri Samarinda Fathan menuturkan, aroma bacin dan kumuhnya Pasar Segiri terjadi semenjak 7 hari terkahir lebaran saat kondisi padat pengunjung.
Ia mengatakan, penyebab kumuhnya pasar terbesar di Samarinda ini lantaran kurangnya petugas kebersihan yang kini hanya berjumlah 10 orang dari sebelumnya 43 orang.
"Saat saya menjabat mulai Februari 2022 sebagai kepala UPT, petugas kebersihan sudah berjumlah 10 orang saat itu," ujarnya.
Baca Juga: Langkah saat Lebaran, Harga LPG 3 Kg di Samarinda Sempat Sentuh Rp.80 Ribu Per Tabung
Pembersihan sendiri, sebutnya, dilakukan oleh petugas dengan mengangkut sampah mulai pukul 06.00 Wita di lapak-lapak pedagang.
"Kesadaran pedagang juga masih kurang, bahwa pasar ini milik kita, bisa nyaman berjualan, tapi masih sembarangan membuang sampah," ujarnya.
Akan hal tersebut, Fathan menyatakan tindakan sementara yang bakal dilakukan adalah pendekatan secara persuasif. Lalu melaporkannya ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Samarinda terkait.
"Maunya kami ada petugas Kamtib yang bisa jadi cadangan untuk menindak. Kami hanya berupa seruan, kadang-kadang turun ke lapangan, Kamtib yang ada kadang-kadang punya alat pengeras suara, selalu ingatkan. Tapi masih saja terjadi," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Bawa Spanduk di Titik Nol, Gereja Kemah Injil Indonesia Samarinda Nyatakan Dukungan Terhadap IKN : Yesus Memberkati
-
Sedang Berburu di Hutan Berdua Bersama Rekannya, Punggung Ramli Tiba-tiba Terkena Luka Tembak, dari Senapannya Sendiri?
-
Selama Libur Lebaran, Layanan Pasien Rawat Jalan di RSUD AWS Samarinda Pindah ke UGD
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Aksi Mahasiswa di Kantor PLN Samarinda Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon
-
Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat
-
Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap
-
Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan
-
Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud