SuaraKaltim.id - Kekompakan Warga di RT 14 Kelurahan Gunung Elai tak diragukan lagi.
Baru-baru ini, warga di daerah tersebut berinisiatif membangun tanggul sementara dengan karung pasir.
Karung-karung pasir tersebut kemudian disusun di bibir sungai agar air tidak meluap.
Dalam prosesnya, Warga Gunung Elai gotong royong saat mendirikan tanggul sementara di RT 14 tersebut.
Warga berharap, tanggul sementara itu dapat mengurangi dampak akibat luapan air sungai saat debit air melimpah.
Adapun biaya dari pembangunan tanggul sepanjang 100 meter ini merupakan hasil iuran masyarakat.
Lurah Gunung Elai Sulistyo mengungkapkan, langkah masyarakatnya ini dilakukan sembari menunggu proyek turap dikerjakan Pemkot Bontang.
"Ini gotong royong mereka. Kami dari pihak kelurahan tentu mengapresiasi dan membantu inisiatif warga dan ada juga di bantu oleh PT PKT 300 karung," ungkap Sulistyo melansir klikkaltim-jaringan sura.com-, Jumat (27/5/2022).
Sekira 2.000 karung ditumpuk dengan variasi tinggi. Ada yang ditumpuk 4 dan 5 karung sesuai ketinggian dasar tanah.
Dirinya mengungkapkan, daerah itu menjadi yang pertama terdampak saat terjadi banjir. Apalagi, pembangunan turap yang sampai sekarang juga belum dibangun.
Baca Juga: Makassar Dilanda Banjir Setelah Diguyur Hujan Deras, Penampakan di Minimarket Ini Jadi Sorotan
Berdasarkan informasi yang diterima nantinya melalui Bantuan Keuangan Provinsi Kaltim, turap sepanjang 300 meter akan dibangun di Jalan Brokoli Kelurahan Gunung Elai.
"Jadi tunggu proses pembangunan terlebih dahulu. Sementara di tanggul menggunakan karung berisikan pasir," tutupnya.
Berita Terkait
-
Makassar Dilanda Banjir Setelah Diguyur Hujan Deras, Penampakan di Minimarket Ini Jadi Sorotan
-
Banjir Rob di Semarang Mulai Surut, Antrean Truk Mengular Menuju Pelabuhan Tanjung Emas
-
Oknum ASN Pemkot Bontang Terjerat Narkoba, Wakil Wali Kota Najirah Pastikan Pelaku Dibebas Tugaskan
-
Sejumlah 13 Kabupaten dan Kota di Jateng Diterjang Gelombang dan Banjir Rob, Ini yang akan Dilakukan BNPB
-
Banjir Rob Masih Terjadi, Antrean Truk Mengular Menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
BRI KKB National Expo 2026 Hadir Serentak di 131 Lokasi, Torehkan Rekor MURI
-
Akademisi Unmul Soroti Pengadangan Massa di Bundaran HI: Bisa Jadi Pelarangan Terselubung
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Hadirkan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla