SuaraKaltim.id - Majelis Organisasi Daerah Nasional (MODN) menilai, aturan dan perundang-undangan tentang Ibu Kota Negara (IKN) harus mementingkan masyarakat, khususnya Benua Etam.
Bahkan, termasuk untuk pendanaan pembangunan Nusantara yang akan dibangun di Kecamatan Sepaku tersebut. Sebagaimana yang diungkapkan Bendahara MODN, Mahfudz Ghozali belum lama ini.
Ia mengatakan, anggaran untuk IKN harus jelas. Musabab bila masih simpang siur dan aturannya belum ada, akan sulit untuk terealisasi.
"Pak Gubernur Kaltim Isran Noor sudah menyampaikan ini adalah hal terindah bagi rakyat Kaltim. Cuma di sini kan terbenturnya mengenai aturan. Sebab persiapan IKN cukup prematur," ungkapnya, melansir dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Rabu (1/6/2022).
Sehingga pihaknya menghendaki, setiap aturan yang ada harus berpihak kepada masyarakat Kaltim. Termasuk untuk mengindahkan keearifan lokal yang ada.
Ia menegaskan, jangan sampai aturan yang dibuat pemerintah pusat untuk IKN, justru cenderung abai terhadap warga Bumi Mulawarman.
"Terutama bagi UU yang misalnya mengenai putera daerah dan lain sebagainya itu harus ada. Mudah-mudahan pak presiden mendengarkan apa yang dikatakan gubernur. Sebab pak gubernur sudah cukup bagus membela Kaltim. Contohnya dengan mengkritisi soal dana CSR," lanjutnya.
Sebelumnya, pemerintah pusat juga telah mengumumkan bahwa akan memindahkan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) ke IKN di Kaltim.
Namun ia meyakini, sumber daya manusia (SDM) di Kaltim juga bisa bersaing dengan orang dari luar Kaltim. Ia meminta kepada SDM Kaltim untuk tak kalah dalam persaingan dengan pekerja asal luar daerah.
Baca Juga: Menurut Gubernur Isran Noor, Pemindahan IKN dari Jakarta ke Kaltim Beri Keuntungan Bagi Negara
"Terpenting, pemerintah bisa adil dalam menerapkan peraturan. Kalau aturannya dibuat sepihak untuk pusat, ya kalah daerah. Tapi kalau imbang, saya rasa pasti adil dan bisa bersaing masyarakatnya," tandasnya.
Untuk diketahui, pemindahan IKN dari Jakarta ke Kaltim telah resmi dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tahap awal pemindahan kini dilakukan.
Sepaku, di Penajam Paser Utara (PPU) menjadi daerah pertama yang dikerjakan. Lalu, kemudian sebagian wilayah Samboja, di Kutai Kartanegara (Kukar) akan digarap pemerintah.
Kala berkemah di Titik Nol IKN, Presiden Jokowi juga bertemu dengan masyarakat adat. Para masyarakat tersebut menuntut hal sama. Yakni, peraturan perundang-undangan yang berimbang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut
-
Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air