SuaraKaltim.id - Megawati Soekarnoputri pernah mengutarakan rasa khawatirnya soal masa depan Indonesia, khususnya jika dia tak ada. Kecemasan Presiden Indonesia yang ke-5 itu ia sampaikan ke Sekretaris Jenderal PDI-Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto beberapa waktu lalu.
"Aku udah khawatir. Nanti suatu saat kalau aku udah ndak ada, terus piye yo? Gimana yo?," tanya Megawati yang disampaikan Sekretaris PDI-P Hasto Rabu (1/6/2022) lalu.
Kalimat itu jadi viral dan tuai beragam tanggapan oleh publik. Termasuk seorang pemuda yang mengunggah sanggahannya dalam sebuah video dan diberi label "Gen Z Buka Mata".
"Bu Megawati ngeklaim jika kondisi Indonesia tanpa dirinya itu gimana katanya," ujar pemuda itu sebagai pembuka video, dikutip dari akun Instagram @lambegosiip, Kamis (9/6/2022).
Duduk di atas kursi, pemuda itu pun mengaku sama-sama tak bisa membayangkan bagaimana negeri ini bila tanpa Megawati. Ia lantas membuka sejumlah fakta mengenai era kepemimpinan Megawati sebagai presiden puluhan tahun silam.
Meski yang pertama dibuka adalah beberapa hal yang dianggap minus selama kepemimpinan Megawati.
"Tapi mungkin aset negara yang Ibu jual dulu itu sudah menjadi pondasi bangsa," tuturnya, lalu menyampaikan beberapa aset yang pernah dijual Megawati kepada asing.
"Indosat yang dijual ke Singapura. Gas tangguh ke China. Dan yang saya baca, Ibu juga ngejual kapal tanker Pertamina," tuturnya.
"Tapi saya nggak percaya sih Bu. Tapi kalau Ibu ngejual aset negara, ya pasti tujuannya demi bangsa dan negara kan?" sambungnya.
Baca Juga: Viral Tetangga Ribut Perkara Lahan Parkir: Ini Jalan Umum, Bukan Garasimu
Bukan cuma perkara penjualan aset, pemuda ini juga membeberkan beberapa kebijakan publik di era kepemimpinan Megawati yang disebutnya merugikan.
"Ada 2 pulau yang dilepaskan," katanya. "Kemudian dari segi ketenagakerjaan, adanya outsourcing yang dinilai merugikan buruh dan menguntungkan pengusaha."
Singgung Soal Kenaikan Harga BBM sampai Pembentukan KPK
Bahkan pemuda itu sempat menyinggung perihal kenaikan harga BBM, baik di eranya, era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Joko Widodo. Namun hanya di era SBY lah Megawati serta putrinya, Puan Maharani, sampai menangis bersama.
Ia juga sempat membandingkan komunikasi publik di era kepemimpinan Megawati dengan sang ayah, Soekarno yang menjadi presiden pertama Indonesia.
Meski begitu, pemuda ini mengapresiasi lahirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di era kepemimpinan Megawati.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng