SuaraKaltim.id - Sebanyak 4.230 sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sertifikasi Lengkap (PTSL) pada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten PaseR saat ini belum diambil pemiliknya. Namun, bukan karena pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Karena, sertifikat tanah tersebut diterbitkan sejak 2017 lalu. Hal itu disampaikan Kepala Kantor BPN Paser, Zubaidi belum lama ini.
Menurutnya, bagi masyarakat Kota Tanah Grogot, yang belum mengambil sertifikat bisa langsung mengambil di kantor BPN Paser.
Sementara bagi masyarakat di luar Kota Tanah Grogot, katanya, pembagiannya akan dikoordinasikan dengan pemerintah desa setempat.
"Kami akan koordinasi dengan pemerintah desa agar dijadwalkan penyerahan sertifikatnya kapan mereka siap," ujarnya, melansir dari ANTARA, Kamis (23/6/2022).
Ia menegaskan, seharusnya penyaluran sertifikat tanah sudah tuntas. Bahkan tenggatnya disebutkan selesai di Juni ini.
"Supaya tidak ada penumpukan sertifikat di kantor, namun sayang sudah dibuat tapi tidak diambil," katanya.
Ia mengatakan, pada 2022, BPN Paser menargetkan program PTSL untuk 9000 sertifikat. Tahun lalu target 4.000 PTSL, dan sudah terealisasi.
Pada tahun ini, sejauh ini yang sudah diterbitkan baru seribu sertifikat.
"Tapi yang sudah mengukur sudah banyak, kami optimistis terealisasi hingga akhir tahun," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Kuasa Hukum Supriyadi Tuding Ada Permainan dalam Kasus Sertifikat Ganda di Kukar
-
Akademisi Soroti Gaya Komunikasi Gubernur Kaltim Batasi Wawancara Isu Sensitif
-
Serikat Petani Sawit Harap Badan Ekspor Tunggal Pemerintah Tetap Lindungi Harga TBS
-
Bejo, Sapi Seberat 1 Ton Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo di Samarinda
-
Kebijakan Ekspor Terpusat: Harga Sawit di Kutim Hancur saat Harga Pupuk Meroket