SuaraKaltim.id - Peningkatan sarana pendidikan di kawasan pesisir menjadi salah satu fokus utama Pemkot Bontang. Salah satunya soal sarana gedung SMP khusus warga pesisir.
Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengatakan, hingga saat ini pelajar yang bermukim di pesisir terkendala dengan jarak yang jauh. Apalagi para siswa harus menuju ke daratan untuk bisa bersekolah.
“Kalau SD di setiap pesisir kan ada. Yang jadi perhatian kami adalah mereka harus ke darat untuk melanjutkan sekolah menengah. Kan kasihan juga,” ujarnya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Senin (27/6/2022).
Untuk itu, ia meminta OPD terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang untuk segera menindaklanjuti wacana tersebut.
Mengingat jauhnya jarak tempuh ke sekolah menengah dikhawatirkan mempengaruhi siswa memilih berhenti menempuh pendidikan yang lebih tinggi.
“Saya inginnya ada satu bangunan SMP yang terletak di sekolah pesisir yang bisa diakses pelajar di pesisir lainnya. Jadi mereka tidak perlu lagi jauh-jauh ke darat untuk sekolah,” sambungnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Disdikbud Bontang Bambang Cipto Mulyono mengaku akan segera menindaklanjuti keinginan Wakil Wali Kota Bontang tersebut.
“Pastinya kami harus melakukan kajian dulu. Kemungkinan di tahun depan kami akan memulai kajian. Semoga anggaran daerah di tahun depan bisa mendukung pembangunan ini,” bebernya.
Katanya, mendirikan sebuah bangunan sekolah membutuhkan proses yang cukup panjang. Pihaknya harus memastikan jumlah siswa yang akan ditampung, jumlah guru yang dibutuhkan serta mengantongi konsep dan studi kelayakan bangunan.
Baca Juga: Truk Berhenti Mendadak, Kecelakaan Beruntun Terjadi di Bontang, 3 Mobil Ringsek
“Nah, harus memiliki nomor induk sekolah dulu baru boleh membangun gedung sekolah,” kata Bambang.
Sebagai informasi, Kota Bontang memiliki empat satuan pendidikan yang berada di kawasan pesisir. Di antaranya ialah SD Negeri 011 Bontang Utara, SD Negeri 014 Bontang Utara, SD Negeri 015 Bontang Utara, dan SD Negeri 016 Bontang Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu
-
JPMorgan Berikan Validasi Atas BBRI, Kualitas Aset Membaik
-
Suara.com Audiensi dengan DPD RI Kaltim, Bahas Sinergi Publikasi dan Keterbukaan Informasi
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu
-
Strategi Dorong UMKM Desa Berkembang Melalui Peran Mantri BRI, Simak Kisah dari Sumatera Utara Ini