SuaraKaltim.id - Berbagai aksi teatrikal dilakukan mahasiswa yang melakukan penolakan RKHUP di Banjarmasin, Rabu (6/7/2022) kemarain. Mereka membawa properti berupa keranda buatan, pupuk, hingga batu nisan dan kembang.
Tak lupa poster poster berwarnakan spidol merah turut mewarnai jalannya aksi tersebut dari lokasi titik kumpul Taman Kamboja Banjarmasin hingga ke depan Gedung DRPD Kalsel. Salah satu posternya bertuliskan ‘Terus Kawal Jangan Sampai Menyesal’.
Dalam aksi tersebut, mereka menilai beberapa pasal karet terdapat dalam RKUHP dapat membungkam rakyat dan membuat pemerintah hingga DPR RI menjadi antikritik.
Seorang pendemo, Mutmainah dari perwakilan BEM ULM menegaskan penolakannya atas pengistimewaan jabatan atau profesi itu di suatu negara.
“Misalnya saja pasal 354, yaitu mengatur mengenai penghinaan Presiden dan Wakil Presiden kemudian lembaga negara serta pemerintah, bagaimana jika aturan yang mengkhususkan begini. Padahal hukum pidana itu tujuannya untuk melindungi masyarakat bukan untuk melindungi sekelompok,” katanya, dikutip dari KanalKalimantan.com--Jaringan Suara.com Kamis (7/7/2022).
Cimut—sapaan akrabnya, turut menyinggung isu bahwa DPR RI masih belum berhasil menyelesaikan draft RKUHP tersebut. Padahal lanjutnya, satu minggu yang lalu mahasiswa di seluruh Indonesia sedang gempar melakukan aksi tolak RKUHP.
“Apakah mereka sengaja menyembunyikannya sampai sekarang? Padahal dalam peraturan Perpu jelas mengatakan harus ada asas transparansi. Itu adalah bukti,” tegasnya.
Lebih lanjut, salah seorang perwakilan mahasiswa Fakultas Pertanian ULM, Satrio Ajie mengeluhkan sikap para dewan yang tidak mencoba mengkaji, meskipun hanya pasal-pasal karet saja yang ada di sebuah rancangan tersebut.
“Sata Satrio Ajie, mahasiswa biasa dari Fakultas Pertanian, tapi pada hari ini walaupun saya Mahasiswa Fakultas Pertanian yang katanya lulus jadi petani, tapi tetap bisa mengkaji yang namanya RKUHP,” teriak Satrio Ajie.
Baca Juga: 5 Tipe Mahasiswa Perempuan saat Hendak Wisuda, Ada yang Panik hingga Santai
Sontak ratusan mahasiswa pun bersorak memberikan dukungan.
“Kemana yang katanya wakil rakyat tapi sampai hari ini belum mengkaji tentang RKUHP. Lalu bagaimana bisa mengkaji jika draft nya saja tidak ada?bisa dengan kaji dengan pasal-pasal yang jelas jelas manting dari rakyat,” tandas Satrio.
Diberitakan sebelumnya, tuntutan dalam aksi tersebut Aliansi BEM Se-Kalsel yang mewakili ratusan mahasiswa meminta dan mendesak Dapil Kalsel di DPR RI agar menyampaikan aspirasi msyarakat untuk membuka akses seluas-luasnya terhadap draft dan memperbaiki pasal-pasal karet dalam RKUHP terbaru.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
BRI dan Inklusi Keuangan: BRILink Agen Hadir di 66.450 Desa Seluruh Penjuru Tanah Air
-
BRI Bersama Holding Ultra Mikro Sudah Layani 33,7 Juta Nasabah Hingga Maret 2026
-
Isu Telan Dana Rp25 M, Pemprov Kaltim Ungkap Rumah Dinas Gubernur Sebelum Renovasi
-
Lampaui Target, Realisasi Investasi Kota Bontang 2025 Tembus Rp3,08 Triliun
-
Nikmati BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun untuk Atur Ulang Cicilan Rumah Agar Cash Flow Lebih Efisien