SuaraKaltim.id - Ketua Tim Pengarah Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Kementrian PUPR Hermanto Dardak meninggal dunia akibat kecelakaan di ruas tol Pemalang-Batang arah Jakarta pada Sabtu (20/8) dini hari.
Mobil Innova yang ditumpangi oleh Hermanto Dardak, yang merupakan ayah Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, terlibat kecelakaan dengan truk.
Mobil Innova yang dikemudikan oleh Angga Saputra dan ditumpangi oleh Hermanto Dardak masuk dari pintu tol Kalikangkung dan melaju dengan kecepatan 100 km per jam di lajur dua untuk menuju ke Jakarta.
Pengemudi mobil Innova itu diduga mengantuk di ruas tol Pemalang Batang KM 341+400 arah Jakarta sehingga kendaraannya menabrak bagian belakang truk di depannya.
"Pak Hermanto langsung dibawa ke rumah sakit, tapi nyawa Beliau tidak bisa diselamatkan sedangkan pengemudinya masih dirawat karena mengalami luka," kata Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Moh Ali Kuncoro di Surabaya, Sabtu.
Ayah Emil Dardak, Achmad Hermanto Dardak, menjabat sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum periode 2010-2014 dan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah periode 2014−2016.
Hermanto Dardak dipercaya sebagai ketua tim pengarah pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Kementerian PUPR dan turut berperan menentukan titik nol IKN.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan bawah Kementerian PUPR kehilangan wadah pemikir (think tank) atas wafatnya Wakil Menteri Pekerjaan Umum periode 2010—2014 Achmad Hermanto Dardak tersebut.
"Kami ikut berdukacita sedalam-dalamnya, khususnya saya pribadi, keluarga, dan seluruh keluarga besar Kementerian PUPR kehilangan beliau sebagai think tank. Kalau saya menganggap beliau sebagai salah satu think tank Kementerian PUPR," ungkap Basuki di rumah duka, Jakarta, Sabtu.
Baca Juga: Anies Baswedan Ungkap Aktivitas Terakhir Mertua Arumi Bachsin Sebelum Meninggal
Basuki juga mengatakan Hermanto Dardak sangat berkontribusi pada pengembangan organisasi Kementerian PUPR. Terakhir semasa hidupnya mengemban posisi sebagai Ketua Tim Pengarah Satuan Tugas (Satgas) Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) yang dibentuk oleh Basuki.
"Beliau Ketua Pengarah Satgas IKN. Beliau kemarin ke Semarang, Jawa Tengah, juga dalam rangka sosialisasi program pembangunan IKN di salah satu universitas di sana. Beliau berkontribusi untuk konsep forest city dan smart city. Di PUPR, beliau juga jadi trigger untuk implementasi konsep tersebut," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Basuki membahas mengenai anugerah Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama yang diterima Hermanto atas kontribusinya terhadap pembangunan infrastruktur di Tanah Air.
"Beliau juga memegang anugerah Bintang Mahaputera Utama sehingga setahu saya berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Keluarga juga ingin (dimakamkan di TMP Kalibata)," ucap Basuki.
Basuki akan mengantarkan jenazah Hermanto Dardak hingga ke peristirahatan terakhir di TMP Kalibata.
"Jelas saya akan mengantarkan beliau dan mudah-mudahan saya bisa menjadi inspektur upacara bersama seluruh keluarga besar PUPR," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Anies Baswedan Ungkap Aktivitas Terakhir Mertua Arumi Bachsin Sebelum Meninggal
-
Ayah Mertua Arumi Bachsin Meninggal karena Kecelakaan, Begini Kronologinya
-
Takziah ke Rumah Duka Ayah Wagub Jatim Emil Dardak, Anies Doakan Hermanto Dardak Husnul Khotimah
-
Anies Baswedan Beberkan Aktivitas Mertua Arumi Bachsin Sebelum Tewas Kecelakaan
-
Ayah Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak Meninggal Dunia, Gubernur Khofifah Sampaikan Duka Mendalam
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pemprov Kaltim Rincikan Anggaran Renovasi Rumah Dinas Gubernur Rp25 Miliar
-
Wali Kota Samarinda Tolak Penghapusan Iuran BPJS, Begini Jawaban Pemprov Kaltim
-
Kabar Bantuan Iuran BPJS Warga Samarinda Dihentikan, Pemprov Kaltim Klarifikasi
-
Tolak Kebijakan Pemprov Kaltim soal Iuran JKN, Wali Kota Samarinda: Tidak Adil!
-
Penetapan Tersangka Dipertanyakan, Kasus Muara Kate Diduga Ada 'Kambing Hitam'