“Saya lagi di kamar, persis kamar saya di belakang ruko, kemudian tiba-tiba saja ambruk,” ujarnya, juga dikutip dari jaringan media yang sama.
Sebelum ambruknya bangunan, ia mengaku sempat mendengar suara bebatuan jatuh. Kemudian selang beberapa menit, rumah yang berbahan kayu itu langsung bergetar ditimpa reruntuhan.
“Sebelumnya ada suara batu jatuh, habis itu langsung bergetar,” ucapnya.
Dirinya menambahkan, bangunan rumah miliknya itu sudah berdiri puluhan tahun. Hingga saat ini, kondisi rumah terlihat sudah dipasang garis polisi.
Akibat kejadian tersebut, ia bersama penghuni lainnya harus mengungsi ke tempat keluarga dan tetangga.
“Pisah-pisah jadinya, ada yang ke tempat keluarga, ada yang ke tempat tetangga, saya sendiri akan menjaga di sini,” ungkapnya.
Adapun bangunan ruko lantai dua yang ambruk tersebut dikatakan baru saja selesai dibangun dan belum ditempati.
“Baru, baru selesai tahap pengecetan itu,” tandas Abdullah.
Baca Juga: Tiga Ide Bisnis yang Bisa Dilakukan di Garasi Rumah
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
BRI Buka Penawaran ORI030, Investasi ORI Aman dengan Kupon Bulanan
-
BRI Peduli Percepat UMKM Perempuan Bogor Tembus Pasar Lewat Olahan Buah Pala
-
Suara.com Audiensi dengan KPID Kaltim, Bahas Masa Depan Industri Media
-
BRI Tekan Cost of Fund ke 2,33 Persen, Profitabilitas Makin Kokoh Berkat Penguatan CASA
-
Kantor Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara Digeledah Terkait Korupsi Insentif Guru