SuaraKaltim.id - Seiring perkembangan zaman, dunia fesyen juga semakin berkembang. Meski beberapa brand ternama terus berinovasi, tapi tak kalah menariknya, yakni keberadaan thrift shop. Yah, kehadiran thrift shop membuat perkembangan dunia fesyen cukup menarik.
Thrift shop merupakan para pelaku usaha yang menjual pakaian bekas. Keberadaan pedagang pakaian bekas saat ini justru tak sepi peminat.
Terutama di Balikpapan. Kalau dahulu kita menjumpai lapak pakaian bekas di pasar-pasar. Tapi sekarang mulai ada kemajuan. Mengikuti perubahan zaman hingga tampilan.
Tak mau kalah dengan barang baru. Para pelaku usaha pakaian bekas ini membuka store. Menjadikan daya tarik agar sedikit nyentrik.
Karena memang itu salah satu strategi supaya tidak tergerus dengan kompetitor. Menjual pakaian di store pasti juga memperhatikan kualitas. Dari kebersihan, kerapihan hingga kelengkapan mesti jadi perhatian.
Semua itu yang menjadi dasar Andy Septian dan kawan-kawan merintis usaha pakaian bekas. Dalam dunia clothing disebut thrift atau pakaian bekas. Thrift merupakan pakaian bekas impor.
Kondisinya seperti baru padahal memang bekas. Biasanya barang thrift ini hanya ada satu. Alias limited edition. Tentunya branded dan dipastikan 100 persen keasliannya.
Pria yang sudah 10 tahun menjalani usaha tersebut mengakui awalnya sekadar hobi koleksi. Siapa yang tidak tertarik dengan hoodie Nike misalnya. Dengan harga Rp 200 ribuan.
Kondisi 90 persen mulus, dan dibandingkan harga barunya bisa mencapai sejutaan. Koleksi bukan cuma pakaian branded saja. Kaos band juga paling banyak dicari. Dari situ dia melihat peluang bisnis.
Baca Juga: Jika ingin Menjadi Pengusaha Sukses Penuhi 5 Syarat Berikut
“Tapi tujuan utama memang hobi saja sih. Kalau pikir keuntungan juga tidak begitu besar. Karena hobi jadi bisa bertahan lama,” terang pria kelahiran Balikpapan itu, Senin (19/9/2022).
Cara mendapatkan barang bekas itu tak sembarangan. Biasanya ia cari di pasar. Tapi itupun sangat terbatas. Maka biasanya para pemburu pesan langsung kepada distributor.
Biasanya per karung dihargai sekitar Rp 3 juta. Sekarung itu semua pilihan. Brand terbaik. Seperti Dickies, Uniqlo, Adidas, Nike dan masih banyak lagi.
“Atau kadang mereka distributor buka bal atau karung. Sekali dibuka langsung rebutan. Itu seninya,” tambah Cuves, sapaannya, pemilik Butik Second tersebut.
Sudah sekitar 3 tahun Cuves membuka toko Butik Second yang berada di jalan Pangeran Antasari, Balikpapan Tengah. Atau warga Kota Minyak menyebutnya Gunung Kawi.
“Buka setiap hari dari sore sampai malam. Di Instagram juga lengkap informasinya,” terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei