Denada S Putri
Senin, 10 Oktober 2022 | 16:42 WIB
Komisi II DPRD Bontang meninjau lokasi Pasar Citra Mas yang rutin terendam air. [KlikKaltim.com]

SuaraKaltim.id - Pedagang pasar Taman Citra Lok Tuan mengeluhkan soal seringnya banjir terjadi di dalam gedung tempat jualan. Biasanya, ketinggian air bisa mencapai mata kaki orang dewasa.

Tidak hanya itu, pedagang bahkan mengeluhkan adanya bau yang tidak sedap. Hal itu dikarenakan saluran pipa yang kecil dan sering tersumbat. Kejadian itu sudah sejak awal September 2022 lalu. 

"Ini sudah berlangsung lama banjir didalam. Aktivitas jual beli pun terhambat. Pipa saluran pembuangannya saja kecil makanya sering tersumbat," kata salah seorang pedagang ikan bernama Bahtiar, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Senin (10/10/2022). 

Untuk menindaklanjuti keluhan itu, rombongan Komisi II DPRD Bontang mendatangi pasar dengan jajaran Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP). 

Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam mengatakan, sejak awal pembangunan pasar itu sudah tidak beres. Kemudian saluran air minimal sebesar 4 inci, sedangkan pipa yang terpasang 1,5 inci. 

Belum lagi imbas dari banjir, kondisi lantai yang licin cukup membahayakan pedagang serta pembeli. Untuk saat ini persoalan Ipal akan dibahas lebih lanjut. 

"Sangat disayangkan perencanaan yang tidak sesuai. Apalagi pipa yang terbilang kecil. Padahal desainnya disesuaikan dengan pasar modern tetapi ternyata jauh dari harapan," ucapnya. 

Kepala Diskop-UKMP Kamilan mengaku, persoalan saluran pipa belum bisa diselesaikan pada 2022 ini. Hal itu dikarenakan membutuhkan anggaran yang besar. 

Sementara, untuk menyelesaikan persoalan itu Diskop-UKMP menyiapkan mobil semprot agar pipa bisa terhindar dari sumbatan. Hal itu dilakukan setiap hari untuk mengatasi persoalan banjir didalam pasar khususnya di lapak ikan. 

Baca Juga: Pedagang Minta Pemerintah Buat Kebijakan yang Adil Terkait Digitalisasi Pasar

"Kalau untuk pipa itu butuh anggaran besar. Makanya kita akan melakukan review ulang secara menyeluruh di 2023 mendatang," pungkasnya.

Load More