SuaraKaltim.id - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) merilis 3 jadwal baru keberangkatan kapal untuk November ini. Jadwal keberangkatan pertama pada Rabu (9/11/2022) besok adalah KM Egon dengan tujuan Pare-pare, Batu Licin, Surabaya, Ampenan, dan Waingapu.
Sementara jadwal kedua, KM Binaiya pada Sabtu (12/11/2022) dengan tujuan rute pendek Bontang-Awerange. Kemudian di jadwal keberangkatan kedua KM Binaiya pada Senin (14/11/2022) dengan tujuan Bontang, Awerange, Makassar, Labuan Bajo, Bima, dan Benoa.
Koordinator PT Pelni Samarinda-Bontang Syarif Hidayat mengatakan, sistem penjadwalan saat ini dilakukan secara bertahap.
Hal itu untuk mengantisipasi adanya kendala cuaca buruk. Baik itu angin kencang ataupun ombak yang tinggi. Kendati demikian PT Pelni akan terus mengupdate jadwal selanjutnya.
"Iya kami terbitkan tiga jadwal dulu. Kalau selesai dan aman biasanya ada jadwal baru lagi setelah 14 November mendatang," katanya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Selasa (1/11/2022).
Dilanjutkannya, pada Oktober kemarin saja, terdapat 7 jadwal keberangkatan. Baik dari KM Egon dan KM Binaiya.
Menjelang akhir tahun 2022 ini tentu PT Pelni mengantisipasi adanya lonjakan penumpang. Meski begitu, semua diharapkan bisa berjalan dengan normal.
"Pasti kita siapkan semuanya. Apalagi mobilitas juga terbilang tinggi. Prediksi November ini juga mencapai 7-8 keberangkatan," sambungnya.
Di akhir disinggung soal syarat, ia mengaku masih memberlakukan aturan yang sebelumnya. Di mana, setiap penumpang wajib sudah menerima vaksin booster.
Baca Juga: Jadwal Hylo Open 2022 Hari Ini, 5 Wakil Indonesia Tampil di Babak 32 Besar
Serta untuk tiket bisa langsung dibeli melalui laman website dari PT Pelni, atau melalui agen travel, dan bisa langsung mendatangi Pelabuhan Loktuan sehari sebelum jadwal keberangkatan.
"Kalau belum diminta melampirkan rapid antigen atau swab PCR," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas