SuaraKaltim.id - Ketua DPD Partai Golkar Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan, akan menggeser atau mencoret calon legislatif (Caleg) yang tak serius. Hal itu disamaikan Rahmad Mas’ud saat halal bihalal pengurus, kader dan simpatisan partai berlambang Pohon Beringin itu di Patai Manggar pada Minggu (07/05/2023).
“Kita baru umumkan sebagai caleg Golkar dapil Kota Balikpapan, kalau masih ada yang kurang serius itu masih bisa kita geser. Kalau kurang serius,” ujarnya, disadur dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com.
Namun ia melihat, sejauh ini para caleg cukup serius untuk maju pada Pemilu 2024 mendatang. Wali Kota Balikpapan itu pun berpesan agar terus semangan untuk menang.
“Tapi saya lihat semua serius, semua data-datanya sudah dilengkapi. Saya berpesan kepada caleg Golkar nantinya semangat. Karena seperti yang disampaikan pak Ustad tadi, apa yang kurang di partai Golkar Balikpapan dan kaltim pada umumnya,” jelasnya.
Ia mengatakan, Partai Golkar khususnya Kaltim meraih suara terbanyak. Sehingga, mendudukan sejumlah jabatan strategis.
Menurutnya, hal itu harus menjadi pelecut bagi yang menjadi caleg. Apalagi diusung dengan partai tersebut.
“Ketua DPRD Provinsi dari Partai Golkar, Wali Kota Balikpapan dari Partai Golkar, Ketua DPRD Kota Balikpapan dari Partai Golkar. Terus apa yang membuat kita tidak semangat untuk memenangkan partai Golkar,” ucapnya.
Ia pun menuntut pembuktian para caleg untuk meraih kemengan atau suara terbanyak khususnya di Balikpapan. Bahkan ia berharap, bisa melebihi dari 11 kursi DPRD Balikpapan.
“Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Balikpapan, tolong saya minta nanti buktinya pada tanggal 14 februrai 2024, Partai Golkar kembali menjadi mayorotas,” sebutnya.
Baca Juga: Pastikan Daftar Caleg PDIP untuk Pemilu 2024 Telah Disusun, Megawati akan Pimpin Rapat Finalisasi
“Paling tidak, kalau bisa dari 11 kursi (DPRD Balikpapan) bertambah lebih. Saya yakin pasti akan bertambah.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas