SuaraKaltim.id - Benua Etam memiliki banyak pakaian adat yang menambah keunikan budayanya. Salah satu pakaian adat khas Kalimantan Timur (Kaltim) yang sangat populer dan masih sering dikenakan adalah Baju Sakai.
Lantas apa saja keunikan dari baju Sakai ini? Dikutip dari laman dispar Kabupaten Kutai Kartanegara, berikut penjelasannya:
Di Kaltim, baju Sakai memiliki makna khusus dengan keunikan dan keanggunannya, terlebih bagi seorang wanita.
Dahulu, baju Sakai bermakna untuk gadis. Dimana baju ini berarti hanya diperuntukkan untuk perempuan saja yang masih gadis.
Baca Juga: Pupuk Kaltim Perkuat Posisi di Industri Kelas Dunia
Sebab, sebelumnya baju Sakai ini dibuat khusus untuk wanita, karena baju Sakai ini bermakna untuk gadis.
Di mana, baju ini berarti hanya diperuntukkan untuk perempuan saja yang masih gadis, tetapi lambat laun laki-laki juga dapat mengenakannya dengan versinya sendiri.
Hal itu diawali dari 1980 lalu. Kala itu kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura berinisiatif untuk membuat baju adat Sakai untuk laki-laki.
Desain baju Sakai laki-laki memiliki bentuk lengan panjang dengan mengenakan gelang emas, kancingnya yang berada di tengah-tengah mirip dengan desain baju Cina, tetapi mengenakan kalung emas.
Untuk wanita, pakaian ini dibuat dengan desain yang sederhana dan elegan khas kebaya berlengan panjang.
Baca Juga: Cerita Rakyat Asal Kaltim, Legenda Danau Lipan
Lalu di bagian bawahnya menggunakan tapeh badong yakni sebuah rok kurung dari batik celup penuh warna.
Sementara untuk laki-laki, menggunakan celana kain serupa dengan warna atasan laki-laki yang dililit Tapeh Badong.
Baju adat ini biasanya dikenakan oleh Pengantin Kutai dalam Prosesi Be alis.
Prosesi itu adalah setelah pengantin perempuan mandi lalu mempelai itu menggunakan pakaian Baju Sakai.
Makna dari Upacara Be alis adalah untuk mendapatkan berkah dari orang tua dan memperoleh "lemak manis" kehidupan berkeluarga di kemudian hari.
Berita Terkait
-
PKT Buka Posko Mudik BUMN di Bandara Sepinggan
-
Pupuk Kaltim Fasilitasi 366 Pemudik Asal Bontang dan Samarinda
-
Siapkan Stok Pupuk Subsidi Lebih Dari 257 Ribu Ton, Pupuk Kaltim Dukung Ketahanan Pangan
-
Berhasil Pertahankan PROPER Emas ke-8, Pupuk Kaltim Perkuat Posisi Sebagai Pelopor Keberlanjutan
-
Pupuk Kaltim Jamin 265.009 Ton Stok Pupuk Subsidi Untuk Dukung Ketahanan Pangan
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
APBD Terpangkas Rp 300 Miliar, Pemkab PPU Matangkan Program Kartu Cerdas
-
Libur Lebaran di Beras Basah: 3.000 Pelancong, Mayoritas Wisatawan Lokal
-
Harga Sewa Kapal ke Pulau Beras Basah: Mulai Rp 550 Ribu, Ini Daftarnya!
-
Dua Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Awards 2025 Sukses Diboyong BRI
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN