SuaraKaltim.id - Salah satu cerita rakyat asal Kalimantan Timur (Kaltim) yang melegenda adalah cerita tentang Danau Lipan. Danau itu berada di daerah Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar).
Dikutip dari Jurnal Stekom, cerita itu bermula dari zaman dulu saat daerah Muara Kaman adalah laut dengan kerajaan kuno yang berkuasa. Kerajaan tersebut membangun pelabuhan dan mengirim kapal ke dalam dan luar negeri.
Kerajaan itu terkenal dengan putri cantiknya bernama Putri Aji Berdarah Putih yang diberi nama panggilan "Darah Putih".
Nama itu berdasarkan kulitnya yang sangat putih hingga warna merah dari air sirih yang ia minum bisa terlihat turun ke tenggorokannya.
Kecantikan Putri Aji yang terdengar kemana-mana ini membuat Raja Tiongkok memutuskan untuk melamar sang Putri.
Ia kemudian berangkat ke Muara Kaman dengan mengumpulkan tentaranya di kapal-kapal besar.
Putri Aji yang mendengar Raja Tiongkok akan datang ke negaranya pun bersiap-siap menyelenggarakan pesta penyambutan yang besar.
Awalnya Putri Aji menyambutnya dengan hangat tetapi dia terkejut ketika melihat perilaku Sang Raja Tiongkok karena memakan makanan di piring langsung dari mangkoknya, tanpa menggunakan tangannya.
"Raja Tiongkok berperilaku seperti binatang! Sayang sekali, saya sudah menyapa dia seperti itu," ungkap Putri Aji kala itu.
Baca Juga: Program CSV DKomposer Pupuk Kaltim Jangkau 25 Hektare Lebih Lahan Pertanian Sidrap
Setelah makan, Raja Tiongkok melamar Putri Aji tetapi, Putri Aji menolak dan berkata "Saya tidak ingin menjadi permaisuri raja yang kotor dan tidak mengetahui sopan santun,". Akhirnya Raja tersebut marah dan kembali ke Tiongkok.
Merasa dihina, sang Raja pun dendam dan mengumpulkan pasukannya untuk menginvasi kerajaan Putri Aji dan mengambil takhta secara paksa.
Ketika tentara Tiongkok tiba, pertempuran pun terjadi, keduanya mengalami banyak korban jiwa, tetapi pasukan Putri Aji sisa jauh lebih sedikit hingga bisa dikalahkan.
Karena tidak ada pilihan lagi, Putri Aji memutuskan untuk menggunakan kekuatannya untuk mengalahkan Raja dengan mengambil sirih dari wadah dan mengunyahnya sambil mengucapkan mantra.
"Jika kekuatan yang diwariskan oleh nenek moyang saya ini benar, maka ubahlah pinang saya menjadi lipan ganas yang akan menyerang pasukan Tiongkok," ujar Putri Aji.
Setelah itu, dia memuntahkan sirih ke seluruh daerah yang kemudian potongannya menjadi lipan yang mulai menyerang tentara Tiongkok dengan jumlah lipan terus meningkat mencapai jutaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi
-
Ada Apa dengan Seleksi Dirut MMP Kaltim? Batas Usia Calon Dipertanyakan