SuaraKaltim.id - Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim, Hadi Mulyadi mengatakan, program Beasiswa Kaltim yang sudah berjalan sejak dirinya memimpin bersama Gubernur Kaltim, Isran Noor tetap harus berlanjut pada 2024.
"Harus dong (Beasiswa Kaltim berlanjut). Kalau kami, harapannya itu tetap harus dilanjutkan. Kami sudah menggelontorkan anggaran Rp 1,2 triliun dengan APBD Perubahan ini untuk beasiswa. Itu terbesar sepanjang sejarah dan terbesar di seluruh Indonesia," ungkap Hadi Mulyadi, disadur dari KaltimToday.co--Jaringan Suara.com, Jumat (08/09/2023).
Ia menegaskan, program Beasiswa Kaltim sudah banyak membantu masyarakat Kaltim untuk mengenyam pendidikan dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga bangku perkuliahan. Sehingga, program beasiswa ini sudah pasti sangat bermanfaat.
"Beasiswa Kaltim ini sangat bermanfaat untuk anak-anak kita yang mau sekolah," sambungnya singkat.
Untuk diketahui, masa jabatan Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi akan berakhir pada 1 Oktober mendatang. Keduanya berharap, siapapun yang nanti akan mengisi posisi gubernur, wagub, atau Pj Gubernur bisa melanjutkan program-program yang sudah ada.
Terpisah, Kepala Badan Pengelola Beasiswa Kaltim (BP-BKT), Iman Hidayat mengatakan bahwa pihaknya akan mengikuti kebijakan yang akan diambil nantinya. Terkait teknis program, pihaknya siap untuk melaksanakan.
"Kalau terkait kesiapan teknis, kami siap. Tapi ini kewenangannya (keberlanjutan Beasiswa Kaltim) ada di pengambil kebijakan," ujar Iman.
Di sisi lain, pihak BP-BKT sangat mendukung keberlanjutan program Beasiswa Kaltim. Apalagi, atas kehadiran beasiswa itu terbukti mampu membantu para siswa dan mahasiswa yang tengah mengenyam pendidikan.
"Hadirnya Beasiswa Kaltim ini juga menurunkan angka putus sekolah dan menaikkan angka harapan lama sekolah. Termasuk menaikkan indeks prestasi (IP) bagi mahasiswa," tegasnya.
Baca Juga: Pemilih di Kaltim Didominasi Kelompok Generasi Z dan Milenial
Berdasarkan hasil yang dihimpun pihaknya dari tahun ke tahun, IP para mahasiswa yang menerima Beasiswa Kaltim selalu naik. Apalagi, persaingan untuk mendapat beasiswa ini juga cukup ketat. Minimal IP 3,00 harus diraih pendaftar beasiswa dan akreditasi perguruan tinggi juga ikut berpengaruh.
"Iya, pasti masyarakat Kaltim terus berharap beasiswa ini bisa berlanjut terus. Itu pasti," ucapnya lagi.
Sebagai informasi, awal 2023 lalu BP-BKT membuka pendaftaran Beasiswa Kaltim untuk siswa dan mahasiswa. Total ada 247.104 pendaftar.
Rinciannya, ada 15.156 pendaftar di kategori Tuntas Mahasiswa. Lalu 29.886 pendaftar di kategori Stimulan Mahasiswa dan terbanyak adalah pendaftar di Stimulan Siswa yakni berjumlah 202.062.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri
-
BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat