Scroll untuk membaca artikel
Denada S Putri
Selasa, 31 Oktober 2023 | 15:15 WIB
Ilustrasi ODGJ. [Ist]

SuaraKaltim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus berupaya dalam penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Hal itu disampaikan Kepala Dinsos Balikpapan Sosial Edy Gunawan, belum lama ini.

Ia menjabarkan, di 2023 jumlah penderita ODGJ mengalami peningkatan. Yakni, mencapai 170 orang.

“Dulu tahun 2019 yang saya punya datanya itu masih di bawah 100,” ungkapnya, melansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Selasa (31/10/2023).

Adapun faktornya mulai dari pertambahan penduduk. Menurutnya, bisa saja ekspektasi masyarakat yang tak tercapai hingga terjadi permasalahan sosial.

Baca Juga: Jelang Putaran Kedua BRI Liga 1, Persebaya Resmi Pinjamkan Risky Dwiyan ke Klub Liga 2

“Dan penanganan itu selain dari RSJ juga di Rumah Antaran, sementara itu untuk anggaran masuk dalam anggaran rehabilitasi,” sebutnya.

Ia menggambarkan, untuk Rumah Antaran itu jauh lebih 'gereget' dari pada sel tahanan. Mengingat yang dijaga adalah ODGJ.

“(Penanganan ODGJ) ini lebih serem dari (penanganan di) sel, mereka itu kadang bertindak di luar nalar, dan kalau sudah ekstrim kami bawa ke RSJ Samarinda” lugasnya.

penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan salah satu fokus kegiatan dan program dalam instansi yang ia pimpin. Salah satu upaya memulihkan jiwa ODGJ sebelum dikembalikan ke rumah, Dinsos Balikpapan menggelar senam bersama.

“Ini merupakan inovasi kami (Dinsos) sebelum mereka itu kembali ke limgkungan,” katanya.

Baca Juga: Terlilit Hutang, 2 Pemuda Ancam Kasir Toko Modern di Balikpapan

Setelah senam, Dinsos bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan menggelar pemeriksaan kesehatan terhadap ODGJ.

Load More