SuaraKaltim.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 298 titik panas di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) selama pemantauan Rabu (01/11/2023) pukul 01.00 hingga 24.00 WITA.
Hal itu disampaikan Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi BMKG Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman-Sepinggan Balikpapan Diyan Novrida.
"Titik panas indikator awal kebakaran hutan dan lahan terpantau di Balikpapan, Paser, Kutai Barat (Kubar), Kutai Timur (Kutim), Kutai Kartanegara (Kukar), dan Berau," sebutnya, disadur dari ANTARA, Kamis (02/11/2023).
Perinciannya, ada satu titik panas di Kota Balikpapan, 30 titik panas di Kabupaten Paser, 14 titik panas di Kabupaten Kubar, 97 titik panas di Kabupaten Kutim, 51 titik panas di Kabupaten Kukar, dan 105 titik panas di Kabupaten Berau.
Jumlah titik panas yang terdeteksi selama pemantauan di Rabu kemarin diklaim lebih sedikit dibandingkan pada hari sebelumnya.
Untuk diketahui, pada Selasa (31/10/2023) lalu, sebanyak 253 titik panas terpantau di Kaltim, tersebar di Balikpapan 1 titik panas, Paser 87, Penajam Paser Utara (PPU) 5, Kubar 15, Kutim 76, Kukar 18, Berau 50, dan Mahakam Ulu (Mahulu) 1 titik.
Informasi terkini mengenai sebaran titik panas telah disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota agar dapat ditindaklanjuti.
"Warga membantu mencegah kebakaran hutan dan lahan, antara lain dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak melakukan pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan," lugasnya.
Baca Juga: Gempa M 6,6 Rusak 4 Bangunan Pemerintah di Kupang Pagi Tadi
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Akademisi Unmul Soroti Pengadangan Massa di Bundaran HI: Bisa Jadi Pelarangan Terselubung
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Hadirkan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa