SuaraKaltim.id - Relawan Teman Ganjar-Mahfud Kalimantan Timur (GM Kaltim) memberikan respon terkait pernyataan Anies Baswedan pada Debat Calon Presiden (Capres) Pertama yang berlangsung di Gedung KPU RI Jakarta, pada Selasa (12/12/2023) malam.
Pernyataan Anies Baswedan semalam, mendapat respon dari Sekretaris Relawan Teman GM Kaltim, Rahmat pada Rabu (13/12/2023).
"Anies mengatakan jika pembahasan IKN belum komprehensif. Sepengetahuan kami, sesuai dengan UU IKN, itu sudah dibahas secara komprehensif," kata Rahmat, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com.
Ia menyebut, Ibu Kota Nusantara (IKN) telah dibahas oleh DPR RI dan Pansus IKN pada masa persidangan II tahun 2021-2022, tepatnya pada Kamis (07/12/2023). Rahmat meyakini, pembahasan IKN sudah dilakukan berbagai tahapan.
"Dalam rapat kerjanya, juga melibatkan menteri perencanaan pembangunan nasional, menteri keuangan, menteri ATR/BPN, mendagri, dan lain-lain," imbuhnya.
Rahmat menegaskan, pembangunan IKN sangat dinanti oleh masyarakat Kaltim. Ia meyakini, pemindahan IKN akan berdampak positif bagi masyarakat.
"Dari tim relawan Ganjar-Mahfud, pembangunan IKN pasti berpihak kepada rakyat kaltim," tegasnya.
Untuk diketahui, Dalam debat tersebut, Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan menjawab pertanyaan dari Calon Presiden nomor urut 3, soal pemindahan ibu kota negara Indonesia baru ke Kaltim.
Sosok yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan, masih banyak permasalahan Kota Jakarta yang belum dibenahi, mulai dari kemacetan hingga polusi.
"Masih banyak permasalahan di Jakarta. Soal kepadatan penduduk, lingkungan hidup, jika ditinggalkan tidak akan selesai," ujarnya, disadur dari sumber yang sama di hari yang sama.
Lebih lanjut, ia menambahkan jika menghadapi sebuah masalah di depan mata, harus diselesaikan secara tuntas. Ia memberikan contoh soal situasi yang ada di Kaltim.
"Masih banyak bangunan sekolah yang rusak di Kaltim, urgensi jalur antar kota-kota di Kaltim juga sangat penting. Yang merasakan uang itu rakyat. Sementara yang kita kerjakan hanya untuk ASN kerja bukan untuk rakyat dan pusat perekonomian," bebernya.
Kemudian, di debat itu Ganjar Pranowo kembali mempertanyakan tentang posisi Anies terhadap kebijakan IKN, apakah ditolak atau melanjutkan.
Menurut pasangan Muhaimin Iskandar, hal tersebut merupakan contoh produk hukum yang tidak melewati proses dialog publik yang lengkap.
"Siapa yang kritis dianggap oposisi, dan yang pro dianggap pro terhadap pemerintah. Karena tidak ada proses pembahasan yang komprehensif dan memberikan ruang kepada publik," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei