SuaraKaltim.id - Jelang pemilu serentak pada 14 Februari 2023 mendatang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan meminta para petugas adhoc yang berada di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk tetap bertahan jika tidak ada pekerjaan yang mendesak.
Hal itu disampaian Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha. Ia mengatakan, untuk petugas adhoc seperti PPK dan PPS kan bukan pekerjaan permanen tapi sementara yang berbentuk kepanitiaan.
“Jadi wajar kalau tiba-tiba petugas PPS dan PPK ditengah perjalanan mereka diterima pekerjaan yang layak, maka pasti lebih memilih disana dan itu sudah jadi konsekuensi KPU untuk mencari penggantinya,” ujar Noor Thoha, disadur dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Senin (08/01/2024).
Kata Thoha hampir 30 persen baik PPS dan PPK saat ini berganti. Salah satu penyebabnya, ada anggota PPS dan PPK yang diterima di Kementerian pada saat mendaftar CPNS.
“Mereka inikan sudah di bimtek mohon kalau tidak darurat jangan keluar dari PPS dan PPK, karena kalau sudah mendekati pemilu semua akan repot jika pada diganti,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Kuasa Hukum Supriyadi Tuding Ada Permainan dalam Kasus Sertifikat Ganda di Kukar
-
Akademisi Soroti Gaya Komunikasi Gubernur Kaltim Batasi Wawancara Isu Sensitif
-
Serikat Petani Sawit Harap Badan Ekspor Tunggal Pemerintah Tetap Lindungi Harga TBS
-
Bejo, Sapi Seberat 1 Ton Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo di Samarinda
-
Kebijakan Ekspor Terpusat: Harga Sawit di Kutim Hancur saat Harga Pupuk Meroket