Scroll untuk membaca artikel
Denada S Putri
Kamis, 01 Februari 2024 | 19:30 WIB
Ilustrasi pakaian tradisional Suku Paser, untuk wanita. [Ist]

Dalam keseharian sebelum perang dunia ke dua, para pria suku Paser biasa menggunakan pakaian laung atau destar untuk ikat kepalanya. Kemudian, seiring berkembangnya zaman, mereka lebih senang menggunakan opiah seperti kebanyakan suku bangsa lainnya.

Jika berada di rumah, mereka mengguanakan pakaian sesuai dengan kemampuan dan selera masing-masing. Ada yang memakai piyama, kemeja lengan pendek atau lengan panjang. Bagi yang kurang mampu, mereka memakai baju kaos lengan pendek atau baju kaos lengan panjang.

Saat bekerja yang kebanyakan berladang, bersawah atau mengambil kayu di hutan, para pria menggunakan pakaian yang berbeda-beda. Apabila mereka mengambil kayu rotan di hutan atau di kebun, mereka memakai kemeja panjang supaya tidak terkena duri rotan.

Sementara tutup kepala untuk menahan panas terik matahari, pria yang bekerja di ladang atau sawah memakai topi atau seraung yang dibuat dari daun nipah. Di daerah Pasir ada sejenis seraung yang dianyam dari bambu atau rotan yang dinamai seraung bantan.

Baca Juga: Keunikan Kabupaten Kutai Timur, Ikon Budayanya Mulai Gantikan Tambang

Kontributor: Maliana

Load More