SuaraKaltim.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) saat ini masih melakukan inventarisasi dan persiapan sebagai salah satu daerah superhub (penyokong) Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang di Sangatta. Ia mengklaim, akhir tahun lalu Kutim ditetapkan sebagai superhub ekonomi bagi IKN.
“Setiap forum-forum diskusi dan rapat lainnya, kami selalu menyiapkan fasilitas-fasilitas sektor yang berpotensi sebagai penunjang IKN,” kata Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, di Sangatta, Rabu.
Ia melanjutkan, setelah bidang pertambangan tidak lagi merupakan salah satu potensi terbesar di Kutim, maka tidak termasuk dalam program yang ditetapkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Jadi saat ini katanya Pemerintah Kabupaten Kutim terus mencari potensi-potensi lain yang dapat menyokong perekonomian di IKN. Baik melalui pertanian, industri, maupun pariwisata.
“Memang masih secara umum, karena kami belum melihat potensi apa yang dapat menunjang IKN ke depan,” tuturnya.
Kasimidi mengemukakan bahwa Pemkab Kutim akan bekerja secara cepat dan cermat untuk memastikan sektor-sektor yang dapat dijual mendukung IKN di Kaltim.
“Semua di Kutai Timur bisa, mulai dari sektor pariwisata kita mempuni, kami juga memiliki luas wilayah yang memadai untuk gedung-gedung besar nantinya,” tegasnya.
Kemudian dari sektor pertanian dan kelautan Kabupaten Kutim juga dapat berkontribusi.
Baca Juga: Visi Bambang Susantono, IKN sebagai Pusat Ekonomi Digital
"Jadi saat ini Pemerintah Kabupaten Kutai Timur masih melakukan seleksi semua sektor yang dimiliki untuk menyokong IKN yang akan beroperasi pada pertengahan tahun ini," ujar Kasmidi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA