SuaraKaltim.id - Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi salah satu provinsi yang memiliki keanekaragaman budaya yang sudah dikenal diseluruh penjuru Nusantara.
Ada banyak budaya yang masih terus dilestarikan, bahkan menjadi tradisi setiap tahunnya. Salah satu budaya yang masih lestari itu adalah tradisi Dahau.
Dahau merupakan tradisi dari suku Dayak di Kaltim yang biasanya diadakan saat ada perayaan besar seperti upacara keagamanan atau upacara pernikahan.
Dahau sendiri merupakan salah satu jenis tarian khas Dayak yang bisanya dipersembahkan oleh penari yang menggunakan kostum Dayak.
Baca Juga: Tradisi Berbagi di Bulan Ramadan: 300 Takjil Gratis Menanti di Masjid Raya Darussalam Samarinda
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Kutai Barat (Kubar) biasanya mengadakan Festival Dahau secara besar-besaran untuk memperingati perayaan hari ulang tahun Kubar.
Sementara tujuan dari diadakannya festival Dahau sendiri juga supaya masyarakat Kalimantan dapat terus merawat kebudayaan.
Masyarakat Kubar memang biasa menunggu perayaan Festival Dahau yang digelar setiap tahun ini.
Biasanya, perayaan Festival Dahau ini sangat menjunjung nilai toleransi yang tinggi karena menyuguhkan keragaman budaya yang ada di Kubar.
Tercatat ada enam etnis Dayak yang biasa ditunjuk untuk menampilkan kebudayaan masing-masing saat festival Dahau ini digelar.
Baca Juga: Hidup Komunal Ala Suku Dayak di Rumah Betang
Tradisi Dahau sendiri memiliki beberapa unsur yang memiliki makna filosofis yang sangat dalam. Seperti penggunaan topi dari daun bertingkat yang melambangkan kesatuan dalam keragaman.
Kemudian, tarian Dahau juga dipercaya mengandung unsur magis, terlebih kepercayaan kepada roh nenek moyang dan harapan akan kebaikan di masa depan.
Hingga ini, suku Dayak di Kaltim masih terus melakukan penyelenggaraan tradisi Dahau yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu ini.
Tak heran, banyak warga yang bahkan sengaja untuk pulang kampung untuk melihat penyelenggaraan tradisi dahau ini.
Bahkan di 2023, penyelenggaraan Festival Dahau yang digelar di Taman Budaya Sendawar, Kubar ini mendapatkan rekor MURI karena dipersembahkan oleh ribuan penari hingga didatangi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kontributor: Maliana
Berita Terkait
-
Benarkah Muhammadiyah Pelopor Modernisasi Halal Bihalal di Indonesia? Ini Faktanya
-
Review Novel 'Entrok': Perjalanan Perempuan dalam Ketidakadilan Sosial
-
Manfaat Mudik Lebaran: Lebih dari Tradisi, Ini Cara Ampuh Tingkatkan Kualitas Hidup
-
Sejarah dan Makna Ketupat: Tradisi Lebaran yang Kaya Filosofi
-
Hari Raya Idul Fitri, Memaknai Lebaran dalam Kebersamaan dan Keberagaman
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
APBD Terpangkas Rp 300 Miliar, Pemkab PPU Matangkan Program Kartu Cerdas
-
Libur Lebaran di Beras Basah: 3.000 Pelancong, Mayoritas Wisatawan Lokal
-
Harga Sewa Kapal ke Pulau Beras Basah: Mulai Rp 550 Ribu, Ini Daftarnya!
-
Dua Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Awards 2025 Sukses Diboyong BRI
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN