SuaraKaltim.id - Memasuki bulan Ramadan ini sejumlah kebutuhan pokok di Kota Balikpapan ikut naik. Selain beras dan telur ayam ras, harga ayam potong juga ikut naik, di Pasar Klandasan Balikpapan, Senin (25/03/2024) kemarin.
Aini, pedagang ayam potong mengeluhkan naiknya harga ayam potong. Dia sendiri tidak tahu penyebab naiknya harga ayam potong dari pemasok.
Harga saat ini bahkan mencapai Rp 70 ribu per ekor. Harga tersebut untuk ukuran ayam yang paling besar. Sementara yang berukuran kecil mencapai Rp 60 ribu per ekor.
"Per hari ini harganya segitu. Kalau mau lebaran nanti bisa tembus Rp80 ribu. Karena biasanya kenaikan per hari itu seribu rupiah," kata Aini kepada SuaraKaltim.id, dikutip Selasa (26/03/2024).
Ditambahkan Aini kenaikan ini memang bisa terjadi di setiap Ramadan hingga menjelang Lebaran. Ayam potong selama ini masih sangat cukup tersedia dari pemasok di Balikpapan.
"Bissa memang seperti ini setiap Ramadan sampai Lebaran itu pasti naik harganya. Ya kita terima saja lah. Mau bagaimana lagi," tambahnya.
Selama kenaikan harga diakuinya juga dikeluhkan pembeli. Hanya saja karena ayam potong memang kebutuhan sehari-hari, mau tidak mau harus dibeli.
Dina salah satu pembeli ayam potong di pasar Klandasan cukup kaget dengan kenaikan harga ayam. Namun tidak ada pilihan lain, mengingat hampir setiap hari dia memasak ayam.
"Ya semua naik. Sayur naik, telor naik, beras naik. Ya mau gimana harus dibeli. Karena memang kebutuhan," jelasnya.
Baca Juga: Jadwal Imsak untuk Balikpapan, Samarinda dan Bontang 23 Maret 2024
Kontributor : Arif Fadillah
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pemprov Kaltim Rincikan Anggaran Renovasi Rumah Dinas Gubernur Rp25 Miliar
-
Wali Kota Samarinda Tolak Penghapusan Iuran BPJS, Begini Jawaban Pemprov Kaltim
-
Kabar Bantuan Iuran BPJS Warga Samarinda Dihentikan, Pemprov Kaltim Klarifikasi
-
Tolak Kebijakan Pemprov Kaltim soal Iuran JKN, Wali Kota Samarinda: Tidak Adil!
-
Penetapan Tersangka Dipertanyakan, Kasus Muara Kate Diduga Ada 'Kambing Hitam'