SuaraKaltim.id - Pemerintah kota (Pemkot) Bontang memastikan pasokan LPG 3 Kilogram dan BBM Subsidi tetap aman saat pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Bontang Moch Arif Rochman mengatakan, pertamina tetap akan mengirim pasokan jelang hari raya. Hal tersebut merupakan hasil dari evaluasi Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah tahun lalu. Kala itu masyarakat kesulitan mendapatkan gas subsidi saat H-1 hingga H+2.
Atas dasar itulah Pemkot Bontang telah mengirimkan surat permintaan kepada Pertamina sejak jauh hari. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kelangkaan.
"Kami bersurat ke Pertamina untuk waktu pengiriman bisa disesuaikan. Ekstra dropping perlu dilakukan mengingat ada hari raya besar," ucap Moch Arif, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Jumat (29/03/2024).
Sejauh ini distribusi LPG Subsidi di Bontang memang cukup baik dan terkontrol. Hal itu dilihat dari pelaksanaan operasi pasar murah yang digelar Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan,
"Terakhir menurut info dari Pertamina LPG posisi masih kondusif sekali untuk Bontang. Terlihat juga operasi pasar LPG 3 kg minggu lalu tidak terlalu ramai," sambungnya.
Diakhir Pemkot Bontang meminta agar masyarakat tidak panik. Diharapkan juga masyarakat bisa membeli pasokan Gas LPG subsidi sesuai kebutuhan. Ini juga ditekankan kepada agen penyalur dan pengecer agar tidak melakukan penimbunan.
"Tetap tenang dan inshaAllah aman. Jadi kita support juga dengan surat extra dropping untuk antisipasi kekosongan," pungkasnya.
Baca Juga: Kabar Gembira! Pelni Tambah 908 Kuota Penumpang Kapal dari Bontang untuk Mudik Lebaran
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pemprov Kaltim Rincikan Anggaran Renovasi Rumah Dinas Gubernur Rp25 Miliar
-
Wali Kota Samarinda Tolak Penghapusan Iuran BPJS, Begini Jawaban Pemprov Kaltim
-
Kabar Bantuan Iuran BPJS Warga Samarinda Dihentikan, Pemprov Kaltim Klarifikasi
-
Tolak Kebijakan Pemprov Kaltim soal Iuran JKN, Wali Kota Samarinda: Tidak Adil!
-
Penetapan Tersangka Dipertanyakan, Kasus Muara Kate Diduga Ada 'Kambing Hitam'