SuaraKaltim.id - Wakil Wali Kota Bontang Najirah akan mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah ke PDI-Perjuangan (PDI-P) usai lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah.
Najirah dipastikan ikut dalam penjaringan calon kepala daerah di Pilkada 2024 nanti. Dirinya pun telah mendapat restu dari keluarga serta masyarakat untuk berpartisipasi kembali di kontestasi pemilu.
PDI-P dipilih untuk mendaftar secara perdana, lantaran partai berjuluk wong cilik ini menjadi pengusung dirinya saat maju di Pilkada lalu. Apalagi ia tercatat sebagai kader partai moncong putih.
"Insya Allah saya akan mendaftar usai lebaran ini. Ini untuk memastikan pengabdian diri demi kemajuan Bontang," ucap Najirah, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Kamis (04/04/2024).
Untuk diketahui, PDI-P di Pileg 14 Februari kemarin memperoleh 3 kursi atau bertambah dari perolehan pemilu sebelumnya. Dengan tambahan itu, diyakini militansi partai bergerak semakin kuat nantinya.
Najirah mengatakan, penjaringan calon kepala daerah nanti akan melalui mekanisme partai. Partai nanti akan memberikan mandat sesuai dengan keputusan dari DPP PDI-P. Pun begitu, ia mengaku masih akan berpasangan dengan Basri Rase di Pilkada nanti.
"Kalau posisi nanti akan tahu lah yah. Saya sekarang sama Pak Basri kan masih fokus. Clue-nya yah pasti kita lanjutkan lah di Pilwali 2024 bersama Pak Basri," sambungnya.
Disinggung soal pencalonan di partai lain Najirah masih belum tahu. Yang jelas semua Parpol dinilai baik. Saat uni pun berkomunikasi dengan baik. Seperti dengan Partai Demokrat.
"Nanti yah kita lihat peluang koalisi dimana saja," pungkasnya.
Baca Juga: PKB Bontang Sepakat Usung Basri Rase Sebagai Wali Kota
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA