Scroll untuk membaca artikel
Denada S Putri
Jum'at, 03 Mei 2024 | 13:15 WIB
Proyek pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN). [ANTARA]

Selain itu, Hetifah juga menegaskan ada 3 isu prioritas Kaltim ke depan. Pertama soal infrastruktur, perhubungan dan komunikasi.

Bagi Hetifah, infrastruktur yang perlu dikembangkan bukan hanya jalan saja tetapi juga air dan udara. Selain itu, percepatan adanya infrastruktur komunikasi seperti internet yang menyeluruh di Kaltim juga penting agar efektivitas dalam Pembangunan dapat terlaksana.

"Disarankan juga agar Kaltim memiliki technology policy untuk mengembangkan akses digital dan pemanfaatan data untuk analisis kebijakan," ujarnya.

Kedua menurut Hetifah soal SDM dan lapangan pekerjaan. Dalam meningkatkan SDM diperlukan pengembangan bukan hanya untuk pendidikan formal seperti beasiswa tetapi juga non-formal seperti pelatihan dan sertifikasi.

Baca Juga: Peringati Hardiknas 2024, Disdikbud Kaltim Lanjutkan Program Merdeka Belajar dan Perkuat Sarpras Sekolah

Alasannya, karena saat ini banyak sekali pekerjaan terutama di bidang ekonomi kreatif yang belum terfasilitasi. Apalagi dengan adanya IKN, kesempatan dan pembukaan lapangan kerja dan lapangan usaha baru akan bertambah.

"Namun pemerintah perlu memastikan peluang ini bisa diakses warga lokal. Selain itu Hetifah mengingatkan masih ada pekerjaan rumah untuk memperbaiki status pekerja yang masih berstatus pegawai honorer untuk diangkat menjadi ASN, khususnya guru dan tenaga kesehatan," bebernya.

Lalu, soal lingkungan hidup. Di mana katanya, dengan tagline Pembangunan berkelanjutan, jangan sampai Pembangunan yang pesat di Kaltim mendegradasi kelestarian lingkungan.

"Biodiversity merupakan hal serius yang perlu dilindungi, seperti hutan dan satwa liar," lugasnya.

Baca Juga: Puluhan Lembaga Adat Kaltim Bersatu Tuntut Pembinaan Intensif dari Pemerintah

Load More