SuaraKaltim.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melakukan kunjungan kerja ke Samarinda dan Balikpapan. Kunjungan tersebut guna memastikan persiapan perhitungan suara ulang di 147 TPS di Kaltim.
Kunjungan ini sebagai tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perselisihan hasil pemilu legislatif untuk DPR RI di Dapil Kaltim. Hal itu diungkapkan anggota KPU RI, Idham Kholik.
"Sejak kemarin petang, saya dan anggota KPU RI lainnya melakukan kunjungan kerja mulai dari KPU Balikpapan, KPU Kaltim, dan KPU Samarinda," ungkapnya, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Senin (17/06/2024).
Ia menyampaikan, kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan persiapan pelaksanaan PSU yang akan dilakukan dalam beberapa waktu ke depan.
"Kami ingin memastikan dokumen surat suara yang tersebar di 147 TPS di 9 kabupaten/kota dalam kondisi aman. Kami menyaksikan langsung gudang penyimpanan logistik di KPU Samarinda yang dalam kondisi baik dan dijaga oleh aparat keamanan," jelasnya.
Idham juga mengapresiasi aparat keamanan yang melakukan penjagaan secara ketat untuk keamanan kotak dan surat suara yang ada di gudang penyimpanan logistik.
"Apresiasi kepada Polri, khususnya Polda Kaltim dan Polresta Samarinda, atas dedikasinya menjaga kotak suara yang akan dihitung ulang," bebernya.
Sementara itu, KPU RI akan menerbitkan surat dinas dan informasi, terkait kapan penyelenggaraan PSU akan dimulai serta sosialisasi oleh KPU Kaltim untuk masyarakat ke depannya.
Menurut Idham, ini merupakan informasi yang harus disebarkaluaskan kepada peserta pemilu, stakeholder, serta para media yang terlibat sebagai penyebar informasi ke publik.
Baca Juga: Jokowi Sumbang 68 Sapi Kurban, 2 untuk Kaltim, 25 Lagi Buat IKN
"KPU akan berkomitmen, menyelenggarakan perhitungan suara ulang ini, sebagai tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi dengan transparan dan akuntabel," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
DPD RI Kaltim Serap Aspirasi Mahasiswa untuk Revisi UU Pemilu 2029
-
Lewat #YokKitaGAS, BRI Ajak Pengunjung MotoGP Mandalika Peduli Lingkungan
-
BRI Kembali Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia, Bukti Konsistensi Jaga Kepercayaan Nasabah
-
Bukan Tenggelam, Pria Tewas di Sungai Mahakam Ternyata Korban Pengeroyokan
-
Warga Kaltim Diminta Waspada Sakit ISPA dan Demam Berdarah