SuaraKaltim.id - Memorial Park Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi monumen yang progres pembangunannya masih terus berjalan hingga saat ini.
Monumen yang dibangun di lahan seluas 2.034 m2 dan area terbuka ini nantinya dapat menampung 1.000 orang.
Monumen Memorial Park ini juga dilengkapi dengan infrastruktur jalan dan lanskap yang bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke IKN.
Seperti diketahui, monumen ini dibuat sebagai bentuk penghormatan kepada dua proklamator Indonesia.
Di monumen Memorial Park ini terdapat patung Bung Karno dan Bung Hatta yang mengapit sebuah api abadi yang berbentuk menyerupai cangkang telur.
Lantas adakah makna khusus di balik bentuk cangkang telur ini?
Mengutip laman resmi IKN, Memorial Park dibangun dengan bentuk menyerupai cangkang telur.
Di dalam cangkang tersebut terdapat dua patung, yaitu patung Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta.
Selain terintegrasi dengan Beranda Nusantara, Memorial Park juga termasuk dalam bagian Sumbu Kebangsaan.
Baca Juga: Jalan Rusak dan Debu Tebal Terjadi di Sekitar IKN, Netizen Minta Solusi
Secara makna, pembangunan monumen Memorial Park ini memiliki tujuan untuk mengingatkan masyarakat atas jasa para pahlawan yang telah memerdekakan Indonesia.
Terkait bentuk pecah telur sendiri merupakan simbol perjuangan rakyat Indonesia yang dapat meraih kemerdekaan di bawah kepemimpinan Bung Karno dan Bung Hatta.
Sementara, api abadi yang berada di antara patung proklamator itu mewakili semangat perjuangan rakyat Indonesia yang tidak pernah padam.
Tidak hanya patung proklamator, nantinya di dalam cangkang telur juga akan dibangun burung garuda setinggi 18 meter.
Terakhir, memorial Park yang mempunyai luas 2.034 meter persegi, terdiri dari altar dengan luas 1.690 meter persegi ini dibangun dengan harga fantastis.
Monumen yang memiliki akses tangga 344 meter persegi, serta infrastruktur lanskap dan jalan ini menelan dana Rp 361 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan
-
Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda
-
PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas
-
Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya