Dalam pelaksanaan pemetaan TPS, KPU akan dibantu oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), sesuai arahan dari KPU RI. Yudho menyebutkan, meski jumlah pasti TPS untuk Pilkada belum ditentukan, perkiraan saat ini berada di angka 1.100 TPS.
Perkiraan ini didasarkan pada 2.047 TPS yang digunakan dalam Pemilu 2024 pada 14 Februari lalu. Dimana setiap TPS melayani sekitar 300 pemilih.
“Kalau misalkan digabungkan, satu TPS dimaksimalkan 600 pemilih. Maka bisa kita kira- kira, meski belum pasti karena masih penggodokan dan pemrosesan, ya kurang lebih 1.100 TPS,” bebernya.
Usulan jumlah TPS ini akan diajukan oleh KPU Kota Balikpapan kepada KPU Kaltim. Usulan tersebut nantinya akan menjadi acuan bagi KPU Kaltim untuk menetapkan jumlah TPS Pilkada. Dengan mempertimbangkan usulan dari KPU Kabupaten/Kota lainnya.
“Karena memang ada arahan dari KPU RI, kita akan maksimalkan satu TPS 600 pemilih. Basisnya dari jumlah TPS Pemilu 2024,” timpalnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi