SuaraKaltim.id - Aktivitas galian tambang batu bara yang disinyalir ilegal di Jalan Poros Bontang-Samarinda saat malam hari bakal ditelusuri polisi. Polres Bontang berencana akan patroli malam untuk menindak para oknum penambang di lapangan.
Hal itu disampaikan Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian melalui Kasat Reskrim Iptu Hari Supranoto. Ia mengatakan, akan kembali menerjunkan tim ke lokasi saat malam hari.
Ia menyebutm tim akan diturunkan untuk memeriksa di titik-titik yang disinyalir menjadi spot bagi penambang batu bara. Iptu Hari menyebut, praktik penambangan batu bara ilegal dipastikan akan ditindak karena memberi dampak buruk bagi ekologis serta negara.
Kendati begitu, selama proses pemantauan bebrrapa waktu lalu Polres Bontang tidak menemukan adanya aktivitas apapun.
"Nanti kita terjunkan lagi tim ke lokasi. Kalau ada pasti dikabarin," ucap Iptu Hari, disadur dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Minggu (11/08/2024).
Sebelumnya diberitakan, praktik galian tambang batu bara diduga ilegal di Jalan Poros Bontang-Samarinda masih masif berjalan. Bahkan, dari video yang diterima jaringan media ini, aktivitas penggalian mengerahkan alat berat saat malam hari.
Video dengan durasi 40 detik yang diterima, menampilkan tayangan sebuah eskavator PC 200 tengah mengisi bak truk dengan batu bara atau loading.
Dengan penerangan sederhana, dump truk diisi penuh oleh operator Eskavator. Pun perekam video berujar peristiwa ini dilakukan pada, Minggu (04/08/2024) lalu.
Masih di video itu, perekam juga menyebutkan lokasi loading. Tepatnya, berada di Kilometer 26 Jalan Poros Bontang-Samarinda.
Baca Juga: Alibi Polisi Batu Bara Tak Bertuan, Penambang Ilegal Bebas Beraksi di Jalan Poros Bontang-Samarinda
"Assalamualaikum...hari ini Minggu tanggal 4 Agustus 2024 start loading. Batu ajiperi di Kilometer 26," ungkap perekam video.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan
-
Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda
-
PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas
-
Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya