SuaraKaltim.id - Dinamika politik di pemilihan gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur (Kaltim) 2024 semakin memanas. Usai salah satu aktivis dilaporkan ke polisi karena mengkritik soal politik dinasti. Menanggapi situasi ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Mulawarman(Unmul) menegaskan pentingnya menjaga ruang demokrasi.
Presiden BEM KM Unmul, M. Maulana kepada awak media, menyerukan agar pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur tidak merespons kritik dengan melaporkan pihak yang melayangkannya ke polisi.
"Kami melihat bahwa dalam momentum Pilkada 2024, demokrasi harus tetap terjaga. Sayangnya, ada tindakan yang merespons kritik dengan pelaporan ke polisi, dan ini sangat kami sayangkan," ujar M. Maulana, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Minggu (20/10/2024).
Ia menekankan, kritik adalah bagian penting dari proses demokrasi dan tidak boleh dibungkam. Menurut Maulana, BEM KM Unmul sempat mengundang kedua paslon untuk menguji gagasan mereka melalui sebuah forum yang diadakan oleh organisasi mahasiswa tersebut. Namun, undangan itu tidak mendapat respons.
Baca Juga: Ribuan Kotak Suara Pilkada Diamankan di Gudang KPU Samarinda, Logistik Siap 60 Persen
"Ironisnya, ketika ada kritik yang dilayangkan, baru mendapat perhatian serius. Miris rasanya jika calon pemimpin Kaltim tidak menjaga etika dalam berdemokrasi," tambahnya.
Bagi BEM KM Unmul, menurut Maulana persoalan laporan ke polisi atas kritik bukan hanya tentang siapa yang mengkritik atau golongan tertentu, melainkan tentang bagaimana demokrasi di Kaltim bisa terus dijaga.
"Kritik adalah bagian yang harus tetap ada dalam proses Pilkada 2024. Hal ini menyangkut jaminan masa depan demokrasi di Kaltim," jelas Maulana.
Maulana juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memihak pada paslon mana pun, namun mereka akan selalu berpihak pada prinsip kebebasan berpendapat dan menentang segala bentuk pembungkaman kritik.
"Kami tidak memiliki keberpihakan politik, tapi kami akan selalu menentang tindakan yang membungkam kritik dengan pelaporan ke polisi," tegasnya.
Baca Juga: Abdunnur Pastikan Kesempatan Setara bagi Rudy Mas'ud dan Isran Noor di Unmul
Selain itu, Maulana juga mendorong masyarakat Kaltim untuk memahami gagasan dan sikap calon kepala daerah di Kaltim terhadap nilai-nilai dan etika demokrasi.
"Masyarakat perlu etika dan nilai demokrasi yang dipegang oleh para calon pemimpin di Kaltim," tuturnya.
Berita Terkait
-
Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan
-
Anies Singgung Pemerintah yang Anti Kritik: Kalau Dicaci Maki, Jelaskan
-
Fedi Nuril Kritik Cara Puan Maharani Sikapi Kontroversi Pengesahan UU TNI: Tidak Profesional!
-
Hasto Klaim Dapatkan Intimidasi Sejak 2023: Makin Kuat Setelah Pilkada 2024
-
BEM SI Demo Tolak RUU TNI di DPR: Rapatkan Barisan! Pukul Mundur Militer ke Barak
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
APBD Terpangkas Rp 300 Miliar, Pemkab PPU Matangkan Program Kartu Cerdas
-
Libur Lebaran di Beras Basah: 3.000 Pelancong, Mayoritas Wisatawan Lokal
-
Harga Sewa Kapal ke Pulau Beras Basah: Mulai Rp 550 Ribu, Ini Daftarnya!
-
Dua Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Awards 2025 Sukses Diboyong BRI
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN