SuaraKaltim.id - Pemerintah Daerah (Pemda) Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya mempercepat optimalisasi pelayanan di RSUD Sepaku.
Meski pembangunan gedung dan fasilitas penunjangnya telah rampung, rumah sakit tersebut belum sepenuhnya siap menjalankan fungsi layanan kesehatan secara menyeluruh, khususnya untuk tindakan operasi.
Saat ini, sistem layanan yang berjalan sebagian masih mengandalkan skema kontrak, termasuk kerja sama lintas fasilitas kesehatan.
“Nah untuk sekarang kami memanfaatkan kontrak, baik kontrak dengan yang ada di RAPB maupun dengan RS Samboja. Sekarang sudah berjalan, tetapi terkait kegiatan operasi kamar bedah belum berjalan,” ujar Kepala Dinkes PPU, Jansje Grace Makisurat, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Sabtu (29/03/2025).
Fasilitas di RSUD Sepaku sejatinya sudah lengkap dari sisi fisik. Selain ruang operasi, rumah sakit itu juga telah memiliki ruang Intensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), serta beberapa ruang rawat inap. Namun semua itu belum bisa dimaksimalkan lantaran belum tersedianya tenaga medis spesialis.
“Di sana itu ada kamar operasi, kemudian ada ICE, NICU, PICU dan beberapa tempat tidur untuk rawat inap,” lanjutnya.
Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan antara kesiapan infrastruktur dan ketersediaan sumber daya manusia.
Beberapa ruang pelayanan penting, seperti kamar operasi, belum difungsikan karena ketiadaan dokter spesialis bedah dan anestesi.
Pemda PPU sebelumnya sudah mencoba menutup kekosongan tenaga spesialis melalui rekrutmen CPNS dan PPPK, namun hasilnya nihil karena tak ada pelamar yang memenuhi syarat.
Baca Juga: Warga Telemow Tagih Janji Prabowo: Tanah Ini Milik Kami!
Upaya menjalin kontrak kerja sama dengan fasilitas kesehatan seperti RS Samboja menjadi salah satu langkah jangka pendek yang diambil agar layanan tetap bisa berjalan, meski tidak secara penuh.
Minim Respons, Layanan Kesehatan Gratis di Wilayah IKN Sepi Peminat
Pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di Penajam Paser Utara (PPU) belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat.
Meski ratusan warga telah mendaftar melalui sistem yang disiapkan, hanya segelintir yang benar-benar hadir di fasilitas layanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU, Jansje Grace Makisurat. Dia menyampaikan, dari sekitar 200 orang yang tercatat sebagai peserta, hanya 14 orang yang benar-benar datang.
“Untuk PPU dari sekitar dari 200 yang terdaftar, yang datang ke fasilitas itu hanya 14. Tidak banyak, memang sudah daftar tapi tidak banyak yang datang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan,” ujar Grace, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Sabtu (29/03/2025).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
Terkini
-
Program BRI Peduli Berikan Cek Kesehatan Gratis untuk 9.500 Masyarakat
-
Kaltim Bikin Pagar Betis Karhutla di IKN, Manfaatkan 5 Daerah Penyangga
-
74 SPPG di Kaltim Ditutup Sementara Imbas Perbaikan IPAL
-
Uang Rp3,35 Triliun Ditransfer Pemerintah Pusat ke Kaltim, untuk Apa?
-
Mobil Dinas Rp8,5 M Usai, Rudy Mas'ud Kini Disorot soal Rumah Jabatan Puluhan Miliar