Menurutnya, seluruh puskesmas yang tersebar di wilayah yang sebagian menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN) ini, sebenarnya telah siap memberikan layanan kepada masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan.
Fasilitas dan tenaga medis telah disiapkan, namun antusiasme warga untuk memanfaatkan layanan ini masih belum sesuai harapan.
“Semua puskesmas siap menerima warga yang mau melakukan pemeriksaan kesehatan,” katanya.
Pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya sosialisasi kepada masyarakat, termasuk mengarahkan pengisian aplikasi Satu Sehat sebagai bagian dari proses pendaftaran. Namun sayangnya, kehadiran warga tetap minim.
“Kami sebenarnya melakukan sosialisasi termasuk pengisian aplikasi satu sehat, itu diisi tetapi mereka tidak datang,” ucapnya.
Dia menegaskan, meskipun pendaftaran telah dilakukan secara online, kehadiran fisik tetap menjadi keharusan karena pemeriksaan tidak bisa dilakukan secara virtual.
“Jadi sebenarnya sudah daftar tetapi tidak datang ke fasilitas, kan orangnya harus datang untuk melakukan pemeriksaan bukan hanya daftar,” ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Dukung Gelaran MotoGP Mandalika Berkelanjutan, BRI Perkuat Waste Management Melalui BRI Peduli
-
BRI dan KPK Bersinergi Cetak Penyuluh Antikorupsi
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu