SuaraKaltim.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan program pendidikan gratis melalui skema Gratispol berjalan secara terarah dengan skema pencairan yang transparan dan kriteria yang ketat.
Salah satu fokus utama pada tahun ini adalah memberikan bantuan kepada mahasiswa baru terlebih dahulu.
Hal itu disampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Dasmiah, Rabu, 14 Mei 2025.
"Jadi untuk tahun 2025, kami fokus untuk mahasiswa baru terlebih dahulu. Nanti di tahun 2026, baru akan mengcover untuk mahasiswa semester lanjutan," ujar Dasmiah, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, di hari yang sama.
Dasmiah menjelaskan, bantuan pendidikan ini hanya mencakup Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan nominal yang disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan.
Untuk jenjang S1, bantuan maksimal sebesar Rp 5 juta per semester, S2 Rp 10 juta, dan S3 Rp 15 juta.
"Jadi setiap jenjang ada batasan maksimal UKT-nya. Jika lebih dari batasannya, kita tidak mengcover," sebut Dasmiah.
Ia juga mengingatkan bahwa program ini hanya membiayai UKT saja, sementara keperluan lain seperti biaya hidup atau pembelian perlengkapan kuliah tetap menjadi tanggungan pribadi mahasiswa.
Lebih lanjut, program Gratispol juga mensyaratkan batas usia tertentu bagi calon penerima. Untuk program S1, usia maksimal 25 tahun, S2 maksimal 35 tahun, dan S3 maksimal 40 tahun.
Baca Juga: Gratispol dan Sekolah Rakyat, Wujud Komitmen Kaltim Dukung Visi Prabowo
"Jadi mohon maaf, di luar dari syarat usia itu, tidak bisa mendapatkan program tersebut. Karena kami ingin mengungkit angka partisipasi sekolah di Kaltim, khususnya anak-anak yang masih usia produktif," ungkapnya.
Pemprov Kaltim juga mengatur pencairan bantuan ini agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Dana tidak akan disalurkan ke mahasiswa secara langsung, melainkan masuk ke rekening resmi institusi pendidikan.
"Jadi pencairannya tetap diberikan by name by address ke mahasiswa, tapi itu langsung masuk ke rekening kampus. Jadi tidak bisa main-main, kampus juga bertanggung jawab. Itu tertuang dalam MoU," tegasnya.
Pendekatan yang menyasar kelompok usia produktif dan sistem distribusi yang ketat tersebut, Pemprov Kaltim berharap program Gratispol mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi dan menciptakan SDM yang berkualitas di masa depan.
Janji Pendidikan Gratis Sampai S3, Apakah Gratispol Bisa Terwujud?
Sejak diluncurkannya Program Gratispol pada Senin, 21 April 2025—khususnya di sektor pendidikan yang menjanjikan pembiayaan hingga jenjang S3—muncul berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai kemungkinan keberhasilan implementasi program tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Akademisi Unmul Soroti Pengadangan Massa di Bundaran HI: Bisa Jadi Pelarangan Terselubung
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Hadirkan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa