"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Kalimantan Timur yang memiliki sejarah sebagai salah satu palagan Perang Dunia II, untuk selalu waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan benda-benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa perang," tegas Andy.
Ia juga mengingatkan agar warga tidak sembarangan menyentuh atau memindahkan benda semacam itu.
Untuk sementara, mortir telah diamankan di tempat penyimpanan Batalyon C Pelopor di Kilometer 13 Balikpapan, sambil menunggu proses disposal (pemusnahan) sesuai prosedur standar penanganan bahan peledak.
"Namun, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama kami," tutur Andy Rifai.
Mengapa Mortir Sisa Perang Dunia II Masih Bisa Meledak? Ini Penjelasannya
Mortir aktif adalah proyektil peledak yang ditembakkan dari senjata mortir dan masih memiliki kemampuan untuk meledak jika terpicu.
Keberadaan mortir aktif sisa Perang Dunia II di Balikpapan bukanlah hal yang mustahil mengingat wilayah ini merupakan salah satu medan pertempuran penting selama pendudukan Jepang dan agresi militer sekutu.
Mengapa Mortir Sisa Perang Dunia II Masih Aktif?
Beberapa faktor yang menyebabkan mortir sisa perang masih aktif hingga kini:
Baca Juga: Mereka Bukan Liar, Mereka Warga: Penolakan Relokasi Pasar Subuh Menguat
- Kondisi Penyimpanan: Mortir yang terkubur dalam tanah atau terlindung dari elemen cuaca ekstrem dapat mempertahankan stabilitas bahan peledaknya untuk waktu yang sangat lama.
- Mekanisme Pemicu yang Stabil: Beberapa jenis mekanisme pemicu pada amunisi zaman dahulu dirancang agar tidak mudah rusak atau terkorosi.
- Ketidaksempurnaan Peledakan: Tidak semua amunisi yang ditembakkan selama perang meledak. Beberapa mungkin gagal meledak karena berbagai alasan, seperti kerusakan saat ditembakkan atau cacat produksi.
Bahaya Mortir Aktif
Mortir aktif sangat berbahaya karena dapat meledak kapan saja jika terganggu atau mengalami benturan.
Ledakannya dapat menyebabkan luka parah atau bahkan kematian.
Korosi dan pelapukan seiring waktu justru dapat membuat amunisi menjadi lebih tidak stabil dan lebih sensitif terhadap guncangan.
Jika Menemukan Mortir yang Diduga Peninggalan Perang Dunia II
Apabila Anda atau siapa pun menemukan benda yang menyerupai mortir atau amunisi lainnya yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II, sangat penting untuk tidak menyentuh, memindahkan, atau mencoba membukanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan