SuaraKaltim.id - Bagi para pelari, baik pemula maupun profesional, memilih sepatu lari yang bagus adalah kunci utama kenyamanan dan performa.
Sepatu yang tepat dapat membantu mencegah cedera, meningkatkan efisiensi gerakan, dan membuat pengalaman berlari lebih menyenangkan.
Namun, dengan banyaknya merek dan jenis di pasaran, tidak sedikit orang yang bingung dalam menentukan pilihan.
Berikut ini adalah panduan lengkap cara memilih sepatu lari yang bagus sesuai kebutuhan.
1. Pahami Jenis Kaki dan Pola Lari Anda
Langkah pertama adalah mengetahui bentuk kaki dan gaya lari.
Ini bisa ditentukan dengan tes tapak kaki (wet test) atau dengan konsultasi di toko sepatu olahraga profesional.
Ada tiga jenis umum bentuk telapak kaki:
- Normal (Netral Arch): Cocok untuk sebagian besar sepatu netral.
Baca Juga: 65.004 Siswa di Kaltim Dapat Seragam, Tas, dan Sepatu Gratis
- Flat Foot (Low Arch): Biasanya membutuhkan sepatu dengan kontrol gerak.
- High Arch (Tinggi Lengkung): Memerlukan sepatu dengan bantalan ekstra.
Dengan mengenali bentuk kaki, Anda bisa memilih sepatu yang benar-benar mendukung struktur alami kaki dan mengurangi risiko cedera.
2. Tentukan Jenis Medan Lari
Sepatu lari dibuat berdasarkan jenis permukaan yang dilalui. Ada tiga jenis utama:
- Sepatu Road Running: Cocok untuk permukaan datar seperti jalan raya dan trotoar. Ringan dan fleksibel.
- Sepatu Trail Running: Didesain untuk medan tidak rata seperti pegunungan atau jalur tanah. Memiliki grip dan perlindungan tambahan.
- Sepatu Treadmill/Indoor: Ringan, fleksibel, dan tidak membutuhkan grip terlalu kuat.
Pastikan sepatu yang Anda pilih sesuai dengan jenis lari harian Anda, apakah lebih sering di jalan raya, treadmill, atau jalur berbatu.
3. Pilih Ukuran yang Tepat
Ukuran sepatu lari sebaiknya tidak terlalu pas. Sisakan ruang sekitar 0,5-1 cm di bagian depan sepatu untuk menghindari tekanan pada jari saat lari.
Berikut tips mengukur ukuran sepatu lari:
- Ukur kaki pada sore atau malam hari, saat ukuran kaki maksimal.
- Gunakan kaus kaki yang biasa dipakai untuk berlari.
- Coba berdiri dan jalan cepat dengan sepatu untuk memastikan kenyamanan.
Sepatu yang terlalu sempit atau terlalu longgar dapat menyebabkan lecet, nyeri, dan cedera serius.
4. Perhatikan Bobot dan Bantalan Sepatu
Bantalan sepatu sangat penting untuk menyerap benturan dan melindungi sendi.
Semakin panjang jarak yang ditempuh, semakin Anda membutuhkan sepatu dengan bantalan empuk.
Namun, sepatu dengan bantalan tebal biasanya lebih berat. Jika Anda seorang pelari cepat atau untuk lomba 5Kâ10K, pilihlah sepatu ringan dengan bantalan sedang.
Untuk pelari jarak jauh (half marathon/marathon), sepatu dengan bantalan tebal sangat direkomendasikan.
5. Cek Teknologi dan Fitur Tambahan
Beberapa merek sepatu lari menawarkan teknologi khusus, seperti:
- Flyknit / Mesh Upper: Material ringan dan bernapas.
- Gel Cushioning / Air Sole / ZoomX: Menyerap benturan lebih baik.
- Stability Support: Memberi dukungan pada pelari dengan kaki datar atau overpronasi.
Meski tidak semua fitur dibutuhkan oleh setiap pelari, penting untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pribadi.
6. Ganti Sepatu Secara Berkala
Sepatu lari memiliki batas usia pemakaian. Rata-rata sepatu lari perlu diganti setelah menempuh jarak 500â800 km.
Tanda-tanda sepatu perlu diganti:
- Sol sudah mulai rata atau aus.
- Bantalan terasa tipis.
- Rasa sakit mulai muncul di kaki atau lutut setelah lari.
Mengabaikan hal ini bisa berakibat buruk bagi postur tubuh dan kesehatan sendi.
7. Sesuaikan dengan Budget, Tapi Jangan Murahan
Harga sepatu lari bervariasi, mulai dari Rp300 ribu hingga jutaan rupiah. Pilihlah yang sesuai kemampuan, tetapi tetap utamakan kualitas dan kenyamanan.
Ingat, sepatu lari adalah investasi untuk kesehatan tubuh. Jangan tergoda harga murah yang bisa berdampak buruk di kemudian hari.
8. Coba Terlebih Dahulu Sebelum Membeli
Jika memungkinkan, selalu coba sepatu secara langsung. Berjalan dan berlari kecil di dalam toko untuk merasakan kenyamanan sepatu tersebut.
Untuk belanja online, pastikan membaca review dan cek kebijakan pengembalian barang.
Memilih sepatu lari yang bagus tidak bisa sembarangan. Anda harus mempertimbangkan bentuk kaki, jenis medan lari, bantalan, bobot sepatu, hingga fitur pendukung lainnya.
Sepatu lari yang tepat akan membantu Anda mencapai target olahraga dengan aman dan nyaman. Jangan hanya terpaku pada merek atau model terbaru, tetapi pastikan sepatu tersebut sesuai kebutuhan dan gaya berlari Anda.
Dengan memilih sepatu yang tepat, Anda bukan hanya mendapatkan kenyamanan saat berlari, tapi juga melindungi tubuh dari risiko cedera jangka panjang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Kaltim Sebut Gratiskan Biaya UKT 21.903 Mahasiswa Sepanjang 2025
-
5 Mobil Kecil Bekas Dikenal Nyaman untuk Keluarga, Mesin Bertenaga
-
6 Mobil Kecil Bekas Bukan Toyota, Stylish dan Gesit untuk Harian
-
CEK FAKTA: Purbaya Hapus Dana Desa Diganti Subsidi Listrik dan BBM, Benarkah?
-
3 Mobil Kecil Mitsubishi Bekas yang Gahar dan Cocok buat Anak Muda