Dari rangkaian strategi tersebut, Dishub yakin target Rp2 miliar bukan hal mustahil untuk dikejar secara bertahap hingga akhir tahun.
QRIS Jadi Gaya Hidup Baru Warga Balikpapan, PPU, dan Paser
Masyarakat Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser kini makin terbiasa dengan transaksi nontunai.
Dari warung jamu sederhana hingga penjualan tiket acara, semuanya mulai terintegrasi dalam satu sistem digital: QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Transformasi ini mencerminkan perubahan gaya hidup ke arah yang lebih praktis dan efisien.
Bank Indonesia (BI) Balikpapan mencatat kemajuan signifikan dalam penggunaan QRIS di wilayah kerjanya. Hal itu disampaikan Kepala BI Balikpapan, Robi Ariadi, Jum'at, 20 Juni 2025 kemarin.
"Hingga akhir Maret 2025, jumlah transaksi QRIS telah mencapai 10.445.722 kali, atau setara 34,69 persen dari target tahunan sebanyak 30,11 juta transaksi. Sementara itu, jumlah pedagang pengguna QRIS tercatat sebanyak 239.784 merchant, atau 96,73 persen dari target 247.876 merchant," kata Robi, disadur dari ANTARA, Senin, 23 Juni 2025.
Menurut Robi, capaian ini tak lepas dari sinergi yang terbangun antara berbagai pemangku kepentingan.
“Kerja sama antara BI, pemerintah daerah, dan perbankan terbukti mempercepat perkembangan pembayaran digital,” ujarnya.
Baca Juga: Cegah Kebakaran, BPBD Balikpapan Siapkan Dua Pos Damkar Baru di 2026
Peningkatan ini juga sejalan dengan tren nasional. Robi menyampaikan, hingga Mei 2025, penggunaan QRIS di seluruh Indonesia sudah mencapai angka yang mencengangkan.
"Secara nasional, hingga Mei 2025, total transaksi digital berbasis QRIS tercatat mencapai 3,93 miliar transaksi, tumbuh 151,70 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," ucapnya.
Angka tersebut mengindikasikan bahwa kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi terus bergerak ke arah digital, menjangkau tidak hanya kota besar, tapi juga pelosok-pelosok wilayah.
Lebih dari sekadar memudahkan pembayaran, QRIS juga diakui memberi dampak nyata pada pelaku UMKM.
Transaksi menjadi lebih cepat, pencatatan keuangan lebih rapi, dan risiko terkait uang tunai berkurang.
"Dengan QRIS bahkan sudah membuat kita jarang ke ATM ambil uang kontan," kata Budi, pemilik warung jamu sehat di Kariangau, Balikpapan Utara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Haraku Ramen Samarinda Resmi Dibuka, Halal Mulai Rp25 Ribu
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan