Spesifikasi Utama:
- Mesin: 1.000cc G4HC SOHC 4-silinder. Tenaganya cukup responsif untuk dalam kota.
- Transmisi: Manual 5-percepatan dan Otomatis 4-percepatan.
- Fitur: Sudah dilengkapi power steering dan power window depan untuk sebagian besar varian.
- Kapasitas Penumpang: 5 orang.
- Perkiraan Harga Bekas: Rp 38 juta - Rp 50 juta.
- Perkiraan Pajak Tahunan (PKB): Sekitar Rp 650.000 - Rp 900.000 per tahun.
4. Daihatsu Xenia Generasi Pertama (2004-2006)
Siapa bilang mobil 7-seater tidak bisa didapat dengan bujet di bawah 50 juta? Daihatsu Xenia generasi pertama, terutama varian 1.0 Mi atau 1.0 Li, kini harganya sudah sangat terjangkau.
Meskipun fiturnya sangat basic (bahkan beberapa belum power steering), kemampuannya menampung banyak penumpang adalah nilai jual utama.
Spesifikasi Utama:
- Mesin: 1.000cc EJ-DE 3-silinder DOHC VVT-i. Sangat irit bahan bakar, cocok untuk mobil keluarga.
- Transmisi: Manual 5-percepatan.
- Fitur: "No-frills car". Fokus utamanya adalah fungsi angkut. Varian Xi (1.300cc) biasanya sedikit di atas 50 juta, namun jika beruntung, Anda bisa menemukannya.
- Kapasitas Penumpang: 7 orang (konfigurasi 2-3-2).
- Perkiraan Harga Bekas: Rp 45 juta - Rp 50 juta (untuk varian 1.0L tahun awal).
- Perkiraan Pajak Tahunan (PKB): Sekitar Rp 900.000 - Rp 1.200.000 per tahun.
5. Honda City Type Z (1999-2002)
Untuk Anda yang berjiwa muda dan ingin mobil dengan sensasi berkendara yang sporty, Honda City Type Z adalah jawabannya. Sedan ini punya desain yang tak lekang oleh waktu dan didukung mesin VTEC yang responsif. Dengan sentuhan modifikasi simpel, mobil ini bisa tampil jauh lebih muda dari usianya.
Spesifikasi Utama:
- Mesin: 1.500cc D15B SOHC, tersedia varian VTEC dan non-VTEC. Mesin VTEC-nya dikenal bertenaga di putaran atas.
- Transmisi: Manual 5-percepatan dan Otomatis 4-percepatan.
- Fitur: Cukup lengkap di masanya, dengan power window, electric mirror, dan interior yang berorientasi pada pengemudi.
- Kapasitas Penumpang: 5 orang.
- Perkiraan Harga Bekas: Rp 40 juta - Rp 50 juta.
- Perkiraan Pajak Tahunan (PKB): Sekitar Rp 800.000 - Rp 1.100.000 per tahun.
Penting Diperhatikan Sebelum Membeli
Baca Juga: 4 Mobil Bekas Murah Tapi Mewah Seperti Alphard, Cocok Buat Keluarga dan Jalan Jauh!
Membeli mobil bekas murah di bawah 50 juta memerlukan ketelitian ekstra. Ingatlah pepatah, "ada harga, ada rupa". Selalu siapkan dana tambahan sekitar 10-20% dari harga beli untuk perbaikan awal, seperti:
- Ganti oli mesin dan transmisi.
- Cek dan ganti timing belt (jika diperlukan).
- Periksa sistem pengereman.
- Inspeksi kondisi kaki-kaki (suspensi, tie-rod, ball joint).
- Pastikan surat-surat (STNK & BPKB) lengkap dan sah.
Dengan bujet yang seringkali hanya cukup untuk sebuah motor skutik premium, Anda memiliki kesempatan untuk mendapatkan sebuah mobil yang menawarkan kenyamanan, keamanan, dan kapasitas angkut yang jauh lebih baik.
Kelima mobil di atas adalah pilihan yang rasional dengan keunggulannya masing-masing, mulai dari sedan tangguh, city car irit, hingga MPV keluarga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Berawal dari Modal Rp2,7 M, Kasus Irma Suryani vs Istri Ketua DPRD Kaltim Berakhir SP3
-
Gubernur Rudy Mas'ud Sebut ASN Luar Daerah Bisa Isi Jabatan Strategis
-
Ribuan Warga Tertipu Ajang Lari Samarinda Half Marathon
-
BRI Dorong PMI Naik Kelas, Fokus Kembangkan Usaha Produktif di Daerah
-
Perkuat Intermediasi Perbankan, BRI Optimalkan Dana SAL bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional