SuaraKaltim.id - Upaya perlindungan terhadap kelompok rentan di wilayah terdampak kekeringan kembali digencarkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Pada Minggu, 3 Agustus 2025, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan Kaltim (Dinkes) diberangkatkan ke Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) guna menyalurkan 100 paket bantuan gizi bagi ibu hamil dan balita.
Bantuan difokuskan pada warga di kecamatan yang mengalami dampak paling berat dari musim kemarau berkepanjangan, seperti Tiong Ohang, Long Apari, dan Long Pahangai.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, merinci bahwa bantuan yang dikirim terdiri atas makanan tambahan serta dukungan kesehatan lainnya.
“Termasuk vitamin dan obat-obatan juga kami siapkan,” ujar Jaya, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, di hari yang sama.
Sebanyak 50 paket diperuntukkan untuk bayi dan balita, sementara 50 lainnya difokuskan pada ibu hamil.
Bantuan ini disertai pengiriman tiga tenaga medis yang akan memastikan distribusi berlangsung tepat sasaran, bekerja sama langsung dengan jajaran Dinas Kesehatan Mahulu.
Selain penyaluran logistik, layanan kesehatan di Mahulu juga diperkuat dengan keberadaan enam puskesmas induk dan dua rumah sakit yang terus aktif beroperasi di tengah ancaman kekeringan yang membayangi daerah hulu tersebut.
Ketua Tim Kerja Krisis dan KLB Dinkes Kaltim, Adi Permana, mengatakan bantuan diangkut menggunakan kendaraan darat karena keterbatasan akses sungai akibat surutnya air.
Baca Juga: Dorong Kemandirian Pangan, Mahulu Bangun Sistem Pertanian Terstruktur Tiap Kampung
“Tiga personel yang berangkat terdiri atas perawat, tenaga farmasi, dan layanan kesehatan,” jelas Adi.
Pengiriman bantuan kali ini menjadi tantangan tersendiri karena medan yang berat.
Jika sebelumnya distribusi dilakukan lewat jalur air menggunakan kapal besar, kondisi sungai yang mengering membuat opsi itu tak lagi memungkinkan.
“Kalau sebelumnya kami bisa menyerahkan bantuan menggunakan kapal besar, sekarang tidak memungkinkan. Ini yang membuat mobilisasi logistik menjadi tantangan tersendiri,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Pegadaian Imbau Nasabah Tetap Tenang, Likuiditas Tabungan Emas Aman dan Terjamin
-
Menteri PKP Apresiasi Kontribusi BRI dalam Menyukseskan Program Perumahan Rakyat
-
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kaltim Tetapkan Status Siaga Bencana
-
3 Mobil Bekas 7-Seater Harga 50 Jutaan, Tangguh buat Perjalanan Jauh
-
Meningkat, Kaltim Sukses Produksi 270 Ribu Ton Padi pada 2025