SuaraKaltim.id - Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan (Karantina Kalsel) mensertifikasi 840 ekor udang ronggeng dan 89 ekor lobster yang akan dikirim ke Jakarta melalui Satuan Pelayanan Pelabuhan Kotabaru.
“Sebelum disertifikasi, petugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan untuk memastikan komoditas perikanan hidup yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat dan aman, serta layak dikonsumsi,” kata Kepala Karantina Kalsel Erwin AM Dabuke di Banjarmasin, Kamis 11 September 2025.
Ia menyebutkan pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan administratif, pemeriksaan kesehatan komoditas secara visual untuk memastikan tidak terdapat gejala klinis penyakit, serta jenis dan jumlah komoditas sesuai dengan yang tertera dalam dokumen permohonannya.
“Kondisi kemasan juga harus diperhatikan agar komoditas tetap aman hingga tiba di daerah tujuan,” ujar Erwin.
Persyaratan lain yang harus dipenuhi, kata dia, lobster tidak dalam kondisi bertelur, serta ukuran panjang karapas di atas enam sentimeter atau berat di atas 150 gram per ekor untuk jenis lobster pakistan, lobster bambu dan lobster batik.
Kemudian untuk jenis lobster mutiara ukuran panjang karapasnya di atas delapan sentimeter atau berat di atas 200 gram per ekor.
Ia mengatakan bahwa komoditas tersebut wajib disertai Sertifikat Kesehatan Ikan dan Produk Ikan (KI-2) sebagai salah satu persyaratan utama untuk dapat dilalulintaskan.
“Dokumen tersebut merupakan jaminan bahwa komoditas telah melalui pemeriksaan dan dinyatakan bebas dari hama penyakit ikan karantina (HPIK),” ujar Erwin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Lonjakan Pembelian Emas di Samarinda, Capai 7 Kilogram pada Januari
-
Pegadaian Imbau Nasabah Tetap Tenang, Likuiditas Tabungan Emas Aman dan Terjamin
-
Menteri PKP Apresiasi Kontribusi BRI dalam Menyukseskan Program Perumahan Rakyat
-
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kaltim Tetapkan Status Siaga Bencana
-
3 Mobil Bekas 7-Seater Harga 50 Jutaan, Tangguh buat Perjalanan Jauh