SuaraKaltim.id - Rencana perubahan status tenaga harian lepas (THL) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu masih bergantung pada keputusan pemerintah pusat.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) PPU, Ainie, menyebutkan bahwa pihaknya sudah mengajukan usulan kebutuhan formasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
Hal itu ia sampaikan saat berada di Penajam, Jumat, 12 September 2025.
“Pemerintah kabupaten mengusulkan kebutuhan formasi untuk mengakomodir 1.705 THL berubah status menjadi PPPK paruh waktu,” ujarnya, disadur dari ANTARA, Senin, 15 September 2025.
Informasi sementara yang diterima dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), pembahasan terkait penetapan PPPK paruh waktu dijadwalkan berlangsung pada 1 Oktober 2025.
"Penetapan kebutuhan formasi masih dalam proses pembahasan di Kemenpan RB, sehingga peralihan status 1.705 orang tenaga honorer yang diusulkan menjadi PPPK paruh waktu masih menunggu penetapan Kemenpan RB,” timpalnya.
Jika sudah ditetapkan, tahap berikutnya adalah penerbitan nomor induk pegawai (NIP) oleh BKN.
"BKN akan memberikan NIP PPPK paruh waktu setelah proses selesai,” katanya.
Meski begitu, Ainie menekankan bahwa realisasi peralihan status tersebut juga harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah yang sebagian wilayahnya masuk dalam Ibu Kota Nusantara (IKN) ini.
Baca Juga: IKN di Depan Mata, DPRD PPU Fokus Kawal Pembenahan Pesisir
“Tetapi dari sisi anggaran, akomodasi tenaga honorer menjadi PPPK paruh waktu masih menyesuaikan ketersediaan anggaran pemerintah daerah,” jelasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri
-
BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu