-
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keputusan terkait usulan bantuan renovasi Ponpes Al Khoziny akan diambil setelah mempelajari proposal secara detail.
-
Purbaya mengaku sempat menerima pesan yang menyarankan agar tidak menyetujui bantuan tersebut dengan alasan bisa menimbulkan kecemburuan pihak lain.
-
Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menilai negara perlu hadir membantu pembangunan ulang Ponpes demi menjamin keamanan dan kenyamanan proses belajar para santri.
SuaraKaltim.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menimbang usulan bantuan renovasi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keputusan akan diambil setelah pihaknya mempelajari proposal secara menyeluruh.
“Saya nggak tahu, saya belum lihat proposalnya,” kata Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 25 Oktober 2025, dikutip dari ANTARA.
Ia menjelaskan sebelumnya sempat berniat meninjau kemungkinan bantuan pembangunan ulang Ponpes yang ambruk tersebut.
Namun, Purbaya mengaku menerima pesan yang menyarankan agar tidak menyetujui rencana itu.
“Jangan, katanya. Nanti yang lain iri,” ujar Purbaya menjelaskan isi pesan yang ia terima tanpa menyebutkan pengirimnya.
Meski begitu, Purbaya menegaskan bahwa keputusan akhir baru akan dibuat setelah melihat detail permohonan secara langsung.
“Saya nggak tahu bagaimana yang terbaik. Tapi nanti begitu lihat proposal, saya akan bisa putuskan,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebelumnya menilai negara perlu hadir dalam membantu pembangunan kembali Ponpes Al Khoziny menggunakan APBN.
Baca Juga: CEK FAKTA: Bukan Teguran Megawati, Video Purbaya yang Viral Itu Hasil Editan
Menurutnya, langkah tersebut penting demi memastikan proses belajar mengajar berjalan aman dan nyaman bagi para santri.
"Anak-anak kita itu adalah generasi muda kita. Nah soal ada yang salah, kelalaian, itu proses yang lain yang silakan dilanjutkan, tapi bahwa ada fakta generasi-generasi kita sedang mengikuti pembelajaran yang harus terlindungi, itu makna kehadiran negara," ujarnya menegaskan.
Cak Imin juga menyebut penggunaan anggaran negara akan mempercepat proses penanganan pasca-insiden.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pesantren yang selama ini menjadi bagian penting dari pembentukan karakter bangsa sejak sebelum kemerdekaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Aksi 21 April Berakhir Ricuh, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Tak Temui Massa
-
BRI Tegaskan Komitmen Gender Equality melalui Kepemimpinan dan Pemberdayaan UMKM Perempuan
-
Ciptakan Nilai Jangka Panjang, BRI Konsisten Integrasikan Aspek Keberlanjutan di Operasional
-
Perempuan di BRI Terus Berkembang, BBRI Sabet 3 Penghargaan di Infobank 500 Most Outstanding Women
-
Ombudsman Kaltim Soroti Pengamanan Aparat di Aksi 21 April