-
Warga sekitar proyek terowongan Jalan Kakap di Samarinda mengeluhkan getaran keras dari alat berat, terutama pada malam hari, yang menyebabkan rumah retak dan lantai bergelombang.
-
Warga menilai kontraktor kurang memperhatikan keselamatan lingkungan dan tidak berkoordinasi dengan masyarakat, bahkan ada laporan pekerja bersikap tidak sopan saat diminta menghentikan aktivitas.
-
Masyarakat menuntut jaminan keselamatan dan kompensasi atas kerusakan rumah, serta meminta pemerintah kota turun tangan memeriksa kondisi tanah dan memastikan proyek berjalan dengan lebih manusiawi.
Pembangunan terowongan yang ditujukan untuk memperlancar arus lalu lintas kini dihadapkan pada persoalan sosial di lapangan.
Warga berharap proyek tetap berjalan, namun dengan memperhatikan prinsip keselamatan dan keadilan bagi masyarakat terdampak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
-
Tiba-tiba Suahasil Dipanggil Istana, Posisi Menteri Keuangan Berganti?
-
Prabowo Lantik Pejabat Sore Ini, Wamenkeu Suahasil Tiba di Istana dan Bakal Gantikan Purbaya?
Terkini
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hadirkan BRImo Taiwan, BRI Raih Penghargaan Inovasi di IDX Channel 2026