- 6 ribuan kepala kaluarga di Banjar Kalsel terdampak banjir.
- Ratusan warga terdampak banjir terpaksa mengungsi.
- Sekitar 1.714 rumah di wilayah itu masih terendam banjir.
SuaraKaltim.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan 6.593 kepala keluarga (KK) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) terdampak banjir akibat curah hujan tinggi, hingga Minggu (28/12/2025).
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Yayan Daryanto menyampaikan dari 18.348 warga, sebanyak 302 warga di antaranya harus mengungsi.
“Hingga pukul 09.50 WITA, petugas menghimpun data belasan ribu warga yang terdampak banjir pada 89 desa yang tersebar di 14 kecamatan,” katanya dikutip dari Antara, Minggu (28/12/2025).
Sedangkan rumah yang terdampak, ada sekitar 5.206 unit dan yang masih terendam sekitar 1.714 unit.
Yayan merinci jumlah kelompok rentan yang terdampak, yakni lansia sebanyak 505 jiwa, balita (310), bayi (166), anak-anak (368), ibu hamil (113), disabilitas (37) dan dewasa (13).
Sedangkan pengungsi yang mencapai 302 jiwa atau 113 KK, yang terdapat kelompok rentan balita 45 orang, lansia (35), dan dewasa (119).
“Hingga saat ini, personel gabungan dari Pusdalops, Satgas, TRC, TNI, Polri, pemerintah kecamatan beserta pemerintah desa rutin pengecekan dan pendataan warga yang terdampak, dan selalu memonitor kecamatan yang terdampak banjir,” kata Yayan.
Yayan menyampaikan kondisi terbaru di lapangan yang masih terjadi banjir hingga 28 Desember 2025 pukul 09.50 Wita, yakni di Kecamatan Kertak Hanyar meliputi Desa Simpang Empat dan Kertak Hanyar II, Kecamatan Sungai Tabuk (Desa Lok Buntar, Pembantanan, Sungai Bangkal, dan Sungai Tabuk Keramat).
Kecamatan Martapura (Desa Bincau, Bincau Muara, Tunggul Irang, Tunggul Irang Ulu, Tunggul Irang Ilir, Tungkaran, Labuan Tabu, Jawa Laut, dan Sungai Sipai). Kecamatan Karang Intan (Desa Awang Bangkal Barat, Awang Bangkal Timur, Karang Intan, Mandi Angin Barat, Mandi Angin Timur, Pasar Lama, Penyambaran, Jingah Habang Ulu, Jingah Habang Ilir, Kiram, Mali-Mali, Mandi Kapau Timur, Mandi Kapau Barat, Pandak Daun, Sungai Alang, Sungai Arfat, Sungai Landas, dan Sungai Asam).
Kemudian di Kecamatan Astambul (Desa Danau Salak, Jati, Kalampaian Tengah, Kelampaian Ulu, Munggu Raya, Pingaran Ilir, dan Pingaran Ulu), Kecamatan Pengaron (Desa Pengaron, Lumpangi, Benteng, Lobang Baru, Lok Tunggul, Atiim, dan Mangkauk).
Kecamatan Sungai Pinang (Desa Rantau Nangka), Kecamatan Aranio (Desa Tambela), Kecamatan Mataraman (Desa Baru, Tanah Abang, dan Bawahan Pasar), Kecamatan Martapura Barat (Desa Antasan Sutun, Keliling Benteng Tengah,, Keliling Benteng Ulu, Penggalaman, Sungai Batang, Sungai Batang Ilir, Sungai Rangas, Sungai Rangas Hambuku, Sungai Rangas Tengah, Sungai Rangas Ulu, Tangkas, Teluk Selong, dan Teluk Selong Ulu).
Kecamatan Martapura Timur (Desa Pekauman, Pekauman Ulu, Pekauman Dalam, Mekar, Melayu, Melayu Ilir, Melayu Tengah, Akar Bagantung, Keramat, Keramat Baru, Akar Baru, Dalam Pagar Ulu, Dalam Pagar, Sungai Kitano, Pematang Baru, Antasan Senor Ilir, Antasan Senor, Tambak Anyar Ilir, Tambak Anyar, dan Tambak Anyar Ulu).
Terakhir, Kecamatan Cintapuri Darussalam (Desa Alalak Padang, Benua Anyar, Simpang Lima, dan Makmur Karya). Sedangkan kecamatan lainnya sudah tidak ada genangan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Haraku Ramen Samarinda Resmi Dibuka, Halal Mulai Rp25 Ribu
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan