- Pelindo mengevakuasi tongkang pengangkut batu bara di Sungai Mahakam.
- Kapal tersebut menabrak pilar Jembatan Mahakam Ulu pada Minggu dini hari.
- Tak hanya jembatan, insiden tersebut juga berdampak pada rumah warga.
SuaraKaltim.id - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Persero Regional 4 Samarinda melalui Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) bergerak cepat membantu proses evakuasi tongkang.
Kapal tongkang bermuatan batu bara tersebut sebelumnya menabrak pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 01.17 WITA.
“Sejak menerima informasi kejadian, kami langsung berkoordinasi dan menurunkan dukungan operasional yang dibutuhkan demi keselamatan jembatan serta pengguna alur pelayaran,” kata Sekretaris Perusahaan Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) Tubagus Patrick di Samarinda, Minggu (4/1/2026) dikutip dari Antara.
Tubagus menegaskan bahwa pengerahan armada tunda merupakan standar prosedur kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi kondisi darurat di perairan.
Evakuasi telah selesai pada pukul 03.50 WITA. Langkah taktis itu diambil menyusul insiden berulang di mana dua unit tongkang kembali dilaporkan menyenggol kaki jembatan dan berdampak pada pemukiman warga pada Minggu dini hari.
General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda Captain Suparman mengatakan segera menjalin komunikasi intensif dengan pihak terkait dan pemangku kepentingan di wilayah setempat untuk memastikan proses penanganan berjalan aman dan terkoordinasi.
Usai insiden, ia mengatakan fokus utama penanganan diarahkan pada stabilitas struktur jembatan, pengamanan jalur transportasi Sungai Mahakam, serta pencegahan potensi risiko lanjutan akibat posisi kapal ponton yang tidak terkendali.
Sebagai bentuk tanggap darurat dalam rangkaian insiden yang terjadi dalam kurun waktu sebulan terakhir ini, SPJM menyiagakan dan mengerahkan kapal tunda (tugboat).
Armada kapal tunda dioptimalkan fungsinya untuk menarik dan mengendalikan tongkang bermasalah ke lokasi labuh yang lebih aman.
Bantuan evakuasi itu menjadi semakin mendesak mengingat insiden pada hari ini tidak hanya menyasar jembatan, tetapi juga menghantam rumah warga di Jalan Cipto Mangunkusumo.
Benturan tongkang pada peristiwa tersebut mengakibatkan dapur rumah milik warga bernama Ribut Waluyo ambruk dan hanyut terbawa arus sungai beserta seluruh perabotannya.
Pamapta I Polresta Samarinda Ipda Rifqhi Sactio membenarkan adanya laporan masyarakat terkait dua tongkang yang menyenggol jembatan dan pihaknya langsung melakukan pengamanan di lokasi kejadian.
Sinergi antara Pelindo, kepolisian dan instansi terkait meminimalisasi dampak kerugian yang lebih luas bagi masyarakat Samarinda. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
BRI Buka Penawaran ORI030, Investasi ORI Aman dengan Kupon Bulanan
-
BRI Peduli Percepat UMKM Perempuan Bogor Tembus Pasar Lewat Olahan Buah Pala
-
Suara.com Audiensi dengan KPID Kaltim, Bahas Masa Depan Industri Media
-
BRI Tekan Cost of Fund ke 2,33 Persen, Profitabilitas Makin Kokoh Berkat Penguatan CASA
-
Kantor Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara Digeledah Terkait Korupsi Insentif Guru