- Ratusan penonton memadati studio XXI Samarinda Square.
- Kehadiran mereka untuk menonton Film Patah Hati yang Kupilih.
- Film ini menceritakan keyakinan, keluarga, dan tanggung jawab.
SuaraKaltim.id - Antusiasme anak muda Samarinda terlihat jelas saat ratusan penonton memadati studio XXI Samarinda Square, Rabu (24/12/2025).
Mereka berkumpul dalam acara nonton bareng film Patah Hati yang Kupilih, sebuah drama romantis yang menghadirkan konflik emosional dekat dengan realitas kehidupan generasi muda.
Sejak awal pemutaran, film ini berhasil menarik perhatian penonton melalui cerita cinta yang tidak sederhana. Patah Hati yang Kupilih, yang resmi tayang perdana pada 24 Desember 2025, menyoroti relasi segitiga antara Alya (Prilly Latuconsina), Ben (Bryan Domani), dan Fadil (Indian Akbar), dengan latar persoalan keyakinan, keluarga, dan tanggung jawab personal.
Cerita bermula dari hubungan Alya dan Ben yang tumbuh atas dasar cinta, namun kandas akibat perbedaan keyakinan dan tidak adanya restu keluarga.
Situasi kian rumit ketika Alya harus menghadapi kehamilan dari hubungannya dengan Ben, sementara keluarga Ben menolak bertanggung jawab saat Alya dan ibunya, Rahma (Marissa Anita), meminta kejelasan.
Dalam kondisi tersebut, Alya memilih jalan berat sebagai ibu tunggal dan membesarkan Freya (Humaira Jahra) tanpa kehadiran Ben.
Ia memutus hubungan dengan masa lalunya, sembari menjalani kehidupan yang sarat tuntutan moral dan agama dari sang ibu, yang sejak awal menolak hubungan beda keyakinan tersebut.
Dinamika cerita berkembang ketika Fadil hadir sebagai sosok yang menawarkan kestabilan, rasa aman, serta restu keluarga. Namun, kehadiran kembali Ben membuat Alya harus berhadapan dengan dilema emosional: antara masa depan yang lebih tenang atau cinta lama yang belum benar-benar selesai.
Pilihan Alya bukan sekadar tentang pasangan hidup, tetapi juga menyangkut masa depan anak, harapan keluarga, serta tekanan sosial. Film ini dengan konsisten menempatkan konflik personal dalam bingkai realitas yang kerap dialami banyak orang, terutama generasi muda.
Tanpa dramatisasi berlebihan, film ini menyuguhkan ketegangan emosional yang tumbuh dari situasi yang terasa dekat dengan keseharian.
Persoalan cinta, keluarga, dan tanggung jawab personal disajikan sebagai bagian dari keputusan hidup yang tidak selalu hitam-putih.
Menariknya, acara nobar tersebut turut menghadirkan salah satu penulis skenario film, Junisya Aurelita atau Jeha, yang merupakan putri daerah Samarinda.
Kehadirannya menjadi sorotan tersendiri, sekaligus inspirasi bagi anak muda lokal yang ingin meniti karier di industri kreatif nasional.
Jeha memperkenalkan dirinya sebagai penulis skenario yang memulai perjalanan dari daerah hingga terlibat dalam produksi film layar lebar. Ketertarikannya pada dunia cerita telah tumbuh sejak kecil, meski awalnya belum dianggap sebagai pilihan serius.
"Kalau nulis emang dari masa sekolah. Cuman, enggak pernah diseriusin," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah