- Prabowo menyoroti pembelian mobil dinas kepala daerah senilai Rp 8 miliar sebagai bentuk peringatan keras.
- Pengamat menilai ini adalah imbauan untuk efisiensi anggaran daerah demi kepentingan prioritas rakyat.
- Dana hasil efisiensi akan dialokasikan pada sektor prioritas seperti kesehatan dan penguatan ketahanan pangan.
SuaraKaltim.id - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto, yang menyinggung adanya pembelian mobil dinas kepala daerah dengan nilai fantastis mencapai Rp 8 miliar, dinilai sebagai peringatan keras bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan efisiensi.
Pengamat politik dari Nusakom Pratama Institute, Ari Junaedi, mengatakan bahwa para pejabat yang selama ini menikmati limpahan anggaran harus 'berdiet'. Anggaran untuk rapat, perjalanan dinas hingga seminar dipangkas demi kepentingan rakyat.
"Peringatan keras untuk 'diet' anggaran yang disampaikan Prabowo kepada jajaran pemerintahannya mirip seperti orang tua yang mengingatkan anak-anaknya untuk terus berhemat di saat sekolah dan berkuliah agar nantinya bisa berhasil dalam menuntastaskan pendidikan," kata Ari Junaedi dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3/2026).
Tujuan dari kebijakan efisensi tersebut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Prabowo mengalokasikan dana hasil efisiensi ke program-program prioritas di sektor pertanian, kesehatan, pendidikan dan penguatan ketahanan pangan.
"Jangan heran jika era singkat Prabowo ini muncul Program Cek Kesahatan Gratis (CKG) untuk petani, nelayan, pengemudi ojek online, lansia, ibu hamil hingga pelaku UMKM. CKG itu adalah salah satu dari sekian banyak program yang pro pengetasan kemiskinan," papar Ari.
Menurut Ari, sentilan Prabowo juga merupakan luapan kekecewaan seorang presiden kepada kepala daerah yang tidak peka dengan kondisi rakyatnya.
"Bisa dibayangkan di mana nurani seorang kepala daerah yang tega menunggangi kendaraan seharga Rp 8,5 miliar, sementara di daerahnya masih ada 199,71 ribu warga miskin atau setara dengan 7,17 persen penduduk di wilayahnya? Di mana etikanya seorang istri kepala daerah bisa berbusana mewah sementara angka prevalensi stunting di wilayah kekuasaan sang suami masih cukup besar di angka 22,2 persen atau setara dengan 39 ribu kasus di 2024?" tuturnya.
Tidak mengherankan bila di masa awal pemerintahan Prabowo sudah sekitar 10 kepala daerah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Mereka tidak tahan dengan langkah efisensi, malah mengembat uang milik rakyat demi kepentingan pribadi dan konco-konconya," Ari menambahkan.
Langkah efisiensi yang dilakukan Prabowo, Ari menambahkan, perlu didukung. Sebab, kebijakan ini merupakan wujud keberpihakan Prabowo pada kepentingan rakyat Indonesia.
"Prabowo hanya butuh dukungan dan kerja nyata. Betapa Prabowo begitu mencintai negeri ini dan tidak rela rakyatnya menderita," tutupnya.
Prabowo sebelumnya menyoroti penggunaan anggaran di tingkat daerah yang dinilai belum sepenuhnya produktif. Prabowo menyinggung adanya pembelian mobil dinas kepala daerah dengan nilai fantastis mencapai Rp 8 miliar.
Menurut Prabowo, masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi, seperti pembangunan jembatan desa, namun anggaran daerah justru digunakan untuk hal-hal yang tidak menjadi prioritas.
“Banyak biaya yang harusnya dilaksanakan oleh kabupaten dan provinsi tidak dilaksanakan. Contoh tadi jembatan, jembatan desa, rakyat harus teriak, presiden harus turun tangan. Maaf, ada dana desa, ke mana dananya? Bupati ke mana, dana gubernur? Tapi oke lah, saya ambil tanggung jawab. Jadi, kita harus terbuka, kita harus fair,” katanya.
Berita Terkait
-
Tak Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan, Ini Pertimbangan Prabowo
-
Pengamat Sentil Pemerintah: Perbesar Telinga untuk Dengar Suara Rakyat!
-
Dipanggil Presiden ke Istana, Dirut PLN Minta Maaf soal Gangguan Kelistrikan Nasional
-
Cerita Inspiratif: Desa Batuah Menyulam Harapan dari Hasil Alam
-
Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas